Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Divisum, Siswi dalam Video Mesum

09 Oktober 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MASIH SAKSI: Ketujuh pelajar didampingi guru dan orang tuanya saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Tuban, Jumat (4/10).

MASIH SAKSI: Ketujuh pelajar didampingi guru dan orang tuanya saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Tuban, Jumat (4/10). (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Satreskrim Polres Tuban masih mendalami kasus video mesum pelajar yang viral di medis sosial (medsos). Usai memeriksa tujuh pelajar yang terlibat, termasuk guru dan orang tua mereka, petugas melakukan visum terhadap lima siswi yang terlibat. Mereka adalah AF, korban pencabulan dan empat teman sekolahnya yang menyaksikan pencabulan tersebut.

Visum di RSUD dr R. Koesma Tuban tersebut untuk memastikan apakah empat teman AF yang juga berada di dalam kamar yang sama juga menjadi korban pencabulan.

Kabar yang diterima wartawan koran ini, pelajar pria dalam video mesum tersebut merupakan pemain lama yang sering memburu keperawanan para pelajar.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, berdasarkan hasil visum, hanya selaput dara AF yang robek. Diduga kuat, kerusakan tersebut karena unsur paksaan ketika ED mencabulinya. ‘’Sementara empat  siswi lainnya tidak (mengalami kerusakan, Red.),'' jelas Nanang.

Dikatakan perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro itu, penyidikan satreskrim kini berkembang ke satu pelajar lagi. Dia diduga kuat berperan penyebarkan video syur tersebut. ‘’Total sudah delapan pelajar yang kita mintai keterangan,'' ujar dia.

Meski barang bukti sudah terkumpul lengkap dengan hasil visum, namun polisi belum menetapkan satu tersangka pun. Kedelapan pelajar yang sudah diperiksa masih berstatus saksi. ‘’Kami juga masih berkoordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Bojonegoro,'' tegas mantan kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng itu.

Diberitakan sebelumnya, video rekaman asusila yang diduga melibatkan pelajar salah satu SMK di Tuban sejak Kamis (3/10) menggegerkan masyarakat. Video berdurasi enam detik tersebut kali pertama diunggah akun anonim di salah satu grup Facebook. Baru satu jam diunggah, video yang ramai dikomentari ratusan netizen tersebut langsung dihapus oleh pengunggahnya.

Meski unggahan di grup Facebook tersebut langsung dihapus, namun sejumlah warganet sudah menyimpan video tersebut dan disebarkan di media sosial (medsos) lainnya, seperti Whatsapp.

Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat lima siswa. Salah satu pasang di antaranya melakukan hubungan intim di atas kasur. Sementara tiga temannya menunggui di samping pasangan yang diduga bukan pasangan suami istri tersebut.

Video tersebut dilabeli kaus kaki hitam oleh warganet. Sebab, pemeran video vulgar tersebut masih mengenakan seragam pramuka lengkap dengan atribut rok cokelat dan kaus kaki hitam. Begitu pula teman-temannya yang terekam dalam video juga beratribut sama. Diduga video tersebut direkam di salah satu kamar kos yang terlihat kumuh dengan cat tembok hijau yang sudah retak.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia