Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Temukan Bayi, 65 Orang Ingin Adopsi

09 Oktober 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BANYAK YANG INGIN MENGADOPSI: Bayi perempuan yang ditemukan warga di gubuk masuk Desa/Kecamatan Paciran kemarin.

BANYAK YANG INGIN MENGADOPSI: Bayi perempuan yang ditemukan warga di gubuk masuk Desa/Kecamatan Paciran kemarin. (Istimewa)

Share this      

PACIRAN,  Radar Lamongan – Penemuan bayi di gubuk Gunung Kendil, Desa/Kecamatan Paciran, kemarin (8/10), tak hanya membuat geger warga desa setempat. Media sosial juga heboh dengan adanya foto penemuan bayi berselimut kuning bergambar kartun mickey mouse tersebut.

Di sejumlah grup facebook misalnya. Sebagian anggotanya menanyakan tentang bayi tersebut dan ingin mengadopsinya.

‘’Sampai saat ini sebanyak 65 orang yang sudah didata untuk mengadopsi bayi tersebut,’’ ujar dr Tri Puji Hastuti, kepala Puskesmas Paciran tadi malam (8/10).

Kapolsek Paciran, AKP Suratman, menjelaskan, bayi malang tersebut ditemukan salah seorang warga saat jalan pagi. Saksi melihat kain jarik coklat dan kain kuning. Saat didekati, ternyata kain tersebut bergerak.

Karena penasaran, saksi terus mendekat. Akhirnya, saksi melihat bayi berjenis kelamin perempuan. Saksi lalu membawa bayi tersebut ke polsek setempat untuk dilaporkan.

‘’Saya dan anggota langsung melakukan pengecekan ke TKP bersama orang yang menemukan tersebut,’’ katanya.

Sampai saat ini, lanjut dia, anggotanya masih melakukan penyelidikan apakah bayi tersebut sengaja dibuang atau ada tindak kejahatan lain seperti pencurian bayi.

Dikonfirmasi terpisah, Agus, kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Lamongan, mengatakan, sampai saat ini bayi masih dititipkan di Puskesmas Paciran. Sebelumnya, bayi dibawa ke Rumah Sakit Suyudi, Paciran. Karena bayi tersebut menjadi biaya pemerintah, maka akhirnya dilakukan perawatan di Puskesmas Paciran.

Pihaknya menunggu proses penyelidikan Polres Lamongan lebih dulu. Kalaupun tak ditemukan orang tuanya, maka bayi  tersebut menjadi anak negara.

Namun, prosesnya panjang. Sebab, harus diserahkan ke Surabaya.

Jika ada warga yang ingin mengadopsi, lanjut dia, maka banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, minimal usia pernikahan sudah lima tahun dan usia kedua pasangan tersebut lebih dari 30 tahun.

Dokter Tri Puji Hastuti, menjelaskan, kondisi bayi saat ini masih membutuhkan perawatan medis. Setelah dilakukan pengecekan, leukosit pada bayi termasuk tinggi, sekitar 15.500 sel per milimeter kubik (mm3). Umumnya, leukosit itu 5.000 sampai 10.000 sel per mm3.

Kemungkinan besar, lanjut dia, terdapat bakteri di tali pusarnya. Sebab, tidak ada perlindungan pada bagian tersebut saat ditemukan.

‘’Untuk yang lainnya, sudah tak ada masalah. Semuanya normal. Hanya butuh rawatan leukosit itu saja,’’ jelasnya.

Terkait usia bayi, dia memerkirakan 2 - 3 hari kelahiran dengan penanganan medis. Indikasinya, ada penjepit tali pusar. Penjepit tersebut hanya dimiliki tim kesehatan.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia