Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Penasihat Hukum Klaim Korban Tidak Alami Trauma

08 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Elda Mayasari dan Sri Septi Haryanti kemarin (7/10) mengajukan saksi ahli seorang psikolog. Saksi tersebut bertugas menjelaskan tentang kondisi psikis korban - korban pencabulan yang dilakukan Slamet, 42, guru SD di wilayah selatan Lamongan.

Namun keterangan ahli di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan tersebut disangkal terdakwa yang diwakili penasihat hukumnya,  Agus Sahid Mabruri.

Menurut dia, setelah psikolog memaparkan hasil pemeriksaannya terhadap korban, kliennya membantah bahwa mereka mengalami trauma.

‘’Terlepas saya bukan ahli dalam bidang psikologi, tapi tadi sudah ditanggapi terdakwa. Bahwa kalau dibilang mengalami trauma itu tidak,’’ klaim pengacara asal Surabaya ini.

Dia menambahkan, sejak awal kasus ini bergulir, korban yang menjalani pemeriksaan serta terapi psikologis hanya dua orang. Sedangkan enam saksi korban lainnya yang turut dihadirkan di persidangan bukan merupakan korban. Mereka sedang dihukum Slamet.

‘’Saksi-saksi yang lain bukan korban pencabulan. Hanya korban karena dia dihukum. Jadi dihukum karena pertama tidak memperhatikan dan tidak fokus saat jam pelajaran. Kedua, dia tidak mematuhi arahan terdakwa sebagai guru. Ketiga, saat murid melakukan kesalahan diberi pilihan, kamu dihukum lari atau dicubit,’’ jelas Agus.

Dia dan terdakwa menilai, di antara dua korban yang melakukan terapi psikologis, hanya satu korban yang benar-benar mengalami pencabulan.

Setelah keterangan dari saksi ahli dirasa cukup, majelis hakim Muhammad Sainal, Ery Acoka Bharata, dan Jantiani Longli Naetasi memberi kesempatan bagi pihak terdakwa untuk menghadirkan saksi yang meringankan.

‘’Terima kasih kepada majelis hakim sudah dikasih kesempatan menghadirkan saksi yang meringankan. Kita lihat sama-sama besok, jika kami tidak mengajukan saksi bisa langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa,’’ katanya.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia