Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Jatisari,

Istighotsah dan Doa Bersama untuk Bangsa

07 Oktober 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DOA BERSAMA: KH. Ahmad Muhyiddin Munawar, Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari Kecamatan Senori Tuban memimpin istiqhotsah dan doa bersama.

DOA BERSAMA: KH. Ahmad Muhyiddin Munawar, Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari Kecamatan Senori Tuban memimpin istiqhotsah dan doa bersama. (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Bersyukur atas disahkannya Undang-Undang Pesantren oleh DPR RI dan jelang pelantikan pemimpin Indonesia, ratusan alumni dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari Kecamatan Senori dan masyarakat umum di Tuban menggelar istighotsah dan doa bersama kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kedamaian Bangsa, Kamis (3/10) malam.

Selain itu sebagai bentuk rasa syukur dari para mudabbir (pengurus pesantren) atas disahkan atau diundangkan Undang-Undang Pesantren oleh DPR RI pada beberapa waktu lalu. “Disahkan UU Pesantren harus kita syukuri bersama karena adanya pengakuan pe­me­rintah bahwa pendidikan keagamaan khas pesantren tak dapat dipisah dari sejarah panjang bangsa. Lebih dari itu, metode belajar di pesantren diharap mampu menumbuhkankembangkan mental kualitas dan memupuk jiwa karakter generasi bangsa yang beraklakqul kharimah, berbudi luhur,” kata Agus Ali As’adi, salah satu Mudir (pimpinan) Ponpes Mansyaul Huda 02 Jatisari, Senori Tuban.

Dijelaskan Gus Ali, dari keotentikan dan role model pembelajaran di pesantren Indonesia syarat akan nilai-nilai luhur bangsa yang ditanamkan dalam pembelajaran wawasan kebangsaan seperti sikap dan nilai kemandirian, toleransi antar sesama anak bangsa. “ Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air sebagian dari Iman),” ujar putra KH. Ahmad Muhyiddin Munawar, pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Jatisari Senori Tuban.

KHIDMAT: Para santri, alumni, dan masyarakat umum mengikuti istighotsah dan doa bersama di Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari Kecamatan Senori.

KHIDMAT: Para santri, alumni, dan masyarakat umum mengikuti istighotsah dan doa bersama di Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 Desa Jatisari Kecamatan Senori. (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Dalam kesempatan gelaran istighotsah dan doa bersama, para alumni dan kalangan santri memanjatkan doa demi keselamatan bangsa dan negara. Selain itu, Kiai sepuh asal Tuban, KH. Ahmad Muhyiddin Munawar menutup acara dengan doa khusus agar pelaksanaan  pelantikan pemimpin negara Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin yang direncanakan pada 20 Oktober mendatang berlangsung aman dan dijauhkan dari balak maupun aral menghalang. “Semoga berjalan aman damai mendapat rahmat dan menjadi negara yang baldatun thoyyibatun warabbun gafur,” tuturnya.

Seusai membacakan doa khusus yang ditujukan kepada pemimpin bangsa, acara dilanjutkan dengan sholawat bersama. Dan malam itu di halaman Ponpes Mansyaul Huda 2 Desa Jatisari Kecamatan Senori, para alumni dan santri larut dalam lantunan lagu-lagu qosidah Islami yang dibawakan oleh grup rebana.

(bj/zak/wid/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia