Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan

Air Asin Mengancam Lewat Pintu Kuro

07 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

AIR ASIN MEREMBES: Karena debit air menyusut di Pintu Air Kuro, air asin mulai bisa merembes melewati pintu air tersebut masuk ke areal sawah tambak di kawasan Bengawan jero.

AIR ASIN MEREMBES: Karena debit air menyusut di Pintu Air Kuro, air asin mulai bisa merembes melewati pintu air tersebut masuk ke areal sawah tambak di kawasan Bengawan jero. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

SEMENTARA ITU, semaki menyusutnya debit Bengawan Solo akibat kemarau juga membuat terjadi intrusi air laut melalui Bengawan Solo. Bahkan air asin tersebut sudah masuk ke pintu air Kuro, yang menghubungkan areal sawah tambak di kawasan Bengawan Jero. Air asin tersebut berdampak buruk pada tanaman padi atau ikan yang ada di areal sawah tambak tersebut.

Menurut Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, Djadi, untuk menghadang air asin tersebut, pintu air Kuro ditutup total. Namun pintu tersebut harus diperbaiki setiap dua minggu sekali. ‘’Rembesan air asin ditangani setiap dua minggu sekali, karena kondisi pintu Kuro perlu perbaikan," ujarnya kemarin (6/10).

Djadi menjelaskan, alasan rembesan air asin di pintu kuro diperbaiki dua minggu sekali, karena kapasitas pintu utara Kuro yang menahan masuknya air asin, hanya dilapisi terpal. Sementara terpal itu selalu rusak setelah terkena air asin terus-menerus. Sehingga perlu dilakukan perbaikan setiap dua minggu sekali.

Meski tidak efektif, lanjut dia, tapi terpal itu bisa menangkis rembesan air asin. Pintu air itu tidak diperbaiki Dinas PU Sumberdaya Air secara permanen, karena perbaikannya merupakan kewenangan pusat. 

Dia mengklaim sudah melakukan usulan perbaikan ke pusat. Tapi masih belum ada respon.  Padahal, jika rembesan dibiarkan, akan lebih besar. Karena debit air di Kuro saat ini turun.

Jika air asin masuk, lanjut dia, dampaknya buruk bagi pertanian warga. Untuk petani tambak mungkin tidak terlalu besar pengaruhnya. Tapi untuk petani padi, bisa membuat tanaman padinya mati. Karena tidak cocok untuk pertumbuhan tanaman padi. Padahal air Kuro selama ini dimanfaatkan petani dan petambak di sejumlah kecamatan di kawasan Bengawan Jero. "Mayoritas petambak, tapi mereka juga tanam padi setelah panen ikan. Kalau air asin mengendap, tidak baik untuk tanam kedepannya," terang dia.

Djadi mengungkapkan, pola tanam di areal sawah tambak yakni, tanam ikan dua kali, kemudian dilanjut tanam padi. Kawasan Bengawan Jero yang dialiri air dari Kuro, yakni wilayah Kecamatan Karangbinangun, Karanggeneng, Glagah, Kalitengah, Turi, dan Deket. Kecamatan itu mayoritas petani tambak. Saat ini, petani ada yang memasuki panen padi. Ada juga yang belum. Yakni Karangbinangun barat, Turi, dan Kalitengah. ‘’Karena itu, antisipasi masuknya air asin dimaksimalkan petugas. Apalagi kemarau diprediksi sampai awal November,’’ tukasnya.

(bj/rka/feb/yan/jar/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia