Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Petikan Terakhir Harga Rajangan Mulai Anjlok

Tembakau Jawa Tak Diminati

07 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PANEN AKHIR: Petani di Kecamatan Kanor melakukan pemetikan tembakau. Saat ini harga mulai turun.

PANEN AKHIR: Petani di Kecamatan Kanor melakukan pemetikan tembakau. Saat ini harga mulai turun. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO,  Radar Bojonegoro - Petani tembakau jenis jawa harus bersabar.  Sebab, tembakau jenis itu tidak banyak diminati pabrikan. Rata-rata pabrikan hanya menerima tembakau jenis virginia dan rancak 95.

’’Tembakau jenis jawa kebanyakan dibeli tengkulak luar daerah,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Dinas Pertanian Zarnal Fanani kemarin (6/10).  

Zaenal tidak mengetahui alasan pabrikan tidak banyak membeli tembakau jenis jawa. Namun, itu berkaitan dengan produsen rokok saat memproduksinya. ’’Produk itu membutuhkan tembakau jenis lain,’’ jelasnya. 

Selain itu, harga tembakau jenis jawa juga murah dibanding jenis lainnya. Satu kilogram (kg) harganya mencapai Rp 20 ribu.  Sedangkan jenis virginia dan rancak 95 harganya mencapai Rp 27 ribu sampai Rp 35 ribu per kg. ’’Harganga memang tidak terlalu bagus,’’  terang Zaenal. 

Menurut Zaenal, petani Bojonegoro yang menanam tembakau jenis jawa cukup banyak. Namun, jauh lebih banyak dibanding jenia virginia dan rancak 95. ’’Berapa luasannya saya kurang hafal,’’ jelasnya. 

Saat ini ada 8 pabrikan rokok yang membuka pembelian. Dinas pertanian setempat belum bisa memastikan sampai kapan mereka membuka pembelian. ’’Yang pasti saat gudang sudah penuh, pasti ditutup, ‘’ terang dia.  

Tembakau adalah salah satu komoditas pertanian di Bojonegoro. Tanaman ini tersebar di sejumlah wilayah di Bojonegoro. Rerata tanaman ini ada di daerah yang kurang air. Harga tembakau naik turun seiring permintaan pabrikan. Selain itu, kualitas tembakau juga menjadi penentu harga.

Sementara itu, harga tembakau virginia rajangan mulai anjlok. Berbeda bulan lalu, harga tembakau rajang bulan lalu sangat memuaskan, bisa mencapai Rp 30 ribu per bulan. Melemahnya harga itu karena saat ini petikan terakhir. Tentu, kualitas tembakau mulai menurun. Sehingga berimbas pada harga jual yang semakin anjlok.

Lasto, salah satu petani tembakau Desa/Kecamatan Sugihwaras mengatakan, harganya dari petani kini kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. Anjloknya harga itu lumrah. Karena setiap petikan daun tembakau mulai dari petikan satu hingga sepuluh memiliki kualitas yang berbeda.

Petikan keempat hingga kelima diperkirakan harga jualnya tinggi. Jadi, menurutnya, panen tembakau tahun ini bisa dinikmati. Sebab, dari segi cuaca kemarau tahun ini juga berpihak petani tembakau.

Saat ini, menurut Lasto, panen di lahan tembakaunya 35 hektare sudah mencapai 90 persen. Beberapa pabrikan mulai tutup pembeliannya, jadi wajar harga sudah tak setinggi bulan lalu.

Lasto mengatakan, menanam tembakau jenis virginia. Pabrikan yang membeli hasil panennya ialah Gudang Garam.

Terpisah, Hardi, petani tembakau dari Kecamatan Kanor mengungkapkan, bahwa harga tembakau memang sudah anjlok. Harganya dari petani kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogran. Pabrikan dari Djarum maupun Gudang Garam saat ini paling tinggi harganya Rp 17 ribu per kilogram.

“Iya benar, harga sudah turun jauh dibanding bulan lalu,” jelas dia. (zim/bgs/rij)

(bj/zim/gas/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia