Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan

Mulai Kerjakan Tiga Titik TPT

06 Oktober 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HALANGI SEBAGIAN JALAN: Alat berat yang digunakan pengerjaan tembok penahan tanah di jalur Kecamatan Sugio.

HALANGI SEBAGIAN JALAN: Alat berat yang digunakan pengerjaan tembok penahan tanah di jalur Kecamatan Sugio. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pengecoran jalan nasional di Kecamatan Babat masih berlangsung. Hal itu membuat kemacetan terjadi di jalur Lamongan – Babat. Sejumlah pengendara memilih melintas di jalur alternatif Lamongan – Babat.

Namun, jalur alternatif kini bisa mengalami macet. Sebab. Ada tiga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan perbaikan jalan. ‘’Iya tiga proyek TPT sudah mulai kita kerjakan bulan ini,’’ tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Lamongan, Eko Agus Triandono.

Dua titik pembangunan TPT membuat jalur dibuat sistem buka tutup. Eko menjelaskan, TPT Pagerwojo – Plembon di Desa Kebet, Kecamatan Lamongan memanfaatkan APBD Rp 399 juta itu dalam proses pemancangan.

‘’Tapi peralihan buka tutupnya tidak terlalu panjang. Dari laporan petugas di lapangan masih normal,’’ ujar Eko saat dikonfirmasi via ponsel.

Perbaikan TPT di jalur Plembon – Sugio, Kecamatan Sukodadi belum dikerjakan. Alat pemancangan masih harus bergantian dengan lainnya.

Sedangkan di jalur Plembon – Sugio, terdapat pembangunan TPT dan perbaikan jalan, yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Rp 3 miliar lebih. ‘’Untuk pemancangan kita agendakan dua minggu sudah rampung,’’ kata Eko.

Dia menuturkan, pembangunan TPT di tiga titik itu tak memakan waktu lama. Dua proyek yang menggunakan APBD ditaksir rampung akhir bulan ini. Sedangkan proyek menggunakan DAK ditarget rampung akhir bulan depan. ‘’Kita berharap bisa rampung sesuai dengan target,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia