Kamis, 12 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Sayangkan Video Mesum Pelajar

05 Oktober 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi, Adi Prayitno, Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban

Ilustrasi, Adi Prayitno, Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

VIDEO mesum yang diperankan pelajar dua SMK di Tuban menjadi atensi berbagai pihak. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kacabdin) Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menyayangkan tindakan asusila yang mencoreng dunia pendidikan di Bumi Wali.

Dia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga seluruh lembaga pendidikan dan anak didik.

Mantan kepala SMAN 3 Nganjuk itu mengatakan, pasca video asusila tersebut viral, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di Tuban dan Bojonegoro. Tujuannya, untuk mengoordinasikan agar kejadian serupa tidak terulang. ‘’Itu adalah oknum pelajar yang mungkin kurang baik karakternya. Karena itu, saya menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan pendidikan karakter,’’ tegasnya.

Adi mengatakan, setiap sekolah harus ada program study parenting atau pembelajaran dengan orang tua. Dengan demikian, orang tua dan guru bisa bersama-sama memantau perkembangan anak didiknya. Solusi tersebut, diyakini ampuh untuk meminimalisir kejadian serupa. ‘’Sekolah harus mengundang wali murid minimal dua kali dalam setahun, sehingga tahu betul perkembangan siswa,’’ ujarnya.

Meski mencoreng dunia pendidikan, Adi mengimbau agar pelajar yang terlibat adegan tidak senonoh tersebut tidak dikeluarkan, namun tetap harus diberikan pembinaan dan pendampingan. Demikian pula orang tuanya agar memberi perhatian lebih.

Untuk proses hukum, Adi  menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Tuban. ‘’Saya menginstruksikan kepala sekolah dan guru agar ada pendampingan,’’ tutur Adi.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Tuban Fathul Huda mengaku sudah mendengar kabar tak sedap di kalangan pelajar Bumi Wali tersebut. Namun, orang nomor satu di Pemkab Tuban itu enggan berkomentar lebih jauh. ‘’Video SMK itu? Proses hukum sepenuhnya biar ditangani Pak Kapolres saja,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia