Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Diduga Ada Unsur Paksaan

Selama Dicabuli, Ditunggu Tiga Temannya

05 Oktober 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIMINTAI KETERANGAN: Sejumlah saksi saat menunggu panggilan penyidik Satreskrim Polres Tuban kemarin (4/10).

DIMINTAI KETERANGAN: Sejumlah saksi saat menunggu panggilan penyidik Satreskrim Polres Tuban kemarin (4/10). (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Polres Tuban sudah memeriksa tujuh pelajar yang diduga terlibat dalam video adegan asusila yang viral di media sosial (medsos) sejak Kamis (3/10). Mereka yang diperiksa secara maraton itu, tiga siswa SMK swasta di Tuban berinisial EK, ED, dan CA. Dua nama yang disebut pertama diduga pelaku pencabulan. Sementara CA perekam video syur tersebut.

Korban pencabulan tersebut siswi SMK negeri berinisial AF. Ketika pencabulan berlangsung, dia ditemani tiga siswi dari satu sekolahnya. Tiga siswi tersebut juga berada di dalam kamar yang sama selama adegan berlangsung. 

Usai memeriksa ketujuh pelajar tersebut, pemeriksaan dilanjutkan ke guru kelas, guru bimbingan konseling (BK), dan kepala sekolah dari dua SMK tersebut. Orang tua para pelajar tersebut juga ikut dipanggil di Aula Sanika Satyawada Polres Tuban untuk dimintai keterangan.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, kejadian tersebut berlangsung Rabu (2/10). Saat itu, korban AF diajak nongkrong di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban oleh tiga teman sekolahnya. Di GOR, AF bertemu dengan temannya berinisial CA, EK, dan ED. ‘’Singkat cerita setelah janjian, pertemuan dilanjutkan di kos CA di Kelurahan Latsari dan terjadi adegan tersebut,’’ jelasnya.

Berdasarkan keterangan AF kepada petugas, dia sempat menolak saat akan diajak berhubungan dengan ED. Namun, EK memaksa dengan memegang kedua tangan AF hingga terjadi hubungan intim antara AF dan ED. Sementara EK yang menahan tangan AF ikut meraba tubuh korban. ‘’Berdasar keterangan AF, ada unsur paksaan dari dua pelaku. Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dibenarkan dan tetap harus ditindak,’’ tegas Nanang.

Ketika hubungan intim berlangsung, CA merekam adegan tersebut dan dijadikan status WhatsApp (WA). Dari status itulah, video menyebar dengan cepat. Selain video berduras enam detik yang viral di jagat maya, diduga ada video lain yang berdurasi lebih panjang. ‘’CA mengaku tidak sengaja merekam hingga terkirim ke status WA, lalu menyebar hingga ke medsos lainnya,’’ kata Nanang menirukan keterangan pengunggah video tersebut.

Hingga kemarin (4/10) pemeriksaan masih berlangsung. Usai meminta keterangan pada ketujuh pelajar yang masih berstatus saksi tersebut, penyidik juga meminta keterangan dari guru BK dan guru kelas. Nanang berjanji bakal menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam adegan video panas tersebut. ‘’Kami tidak bermaksud mempermalukan, tapi hal seperti ini harus ditindak tegas agar tidak terjadi lagi,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, video rekaman asusila yang diduga melibatkan pelajar SMK di Tuban sejak Kamis (3/10) menggegerkan masyarakat. Video berdurasi enam detik tersebut kali pertama diunggah akun anonim di salah satu grup Facebook. Baru satu jam diunggah, video yang ramai dikomentari ratusan netizen tersebut langsung dihapus oleh pengunggahnya.

Meski unggahan di grup Facebook tersebut langsung dihapus, namun sejumlah warganet sudah menyimpan video tersebut dan disebarkan di media sosial (medsos) lainnya, seperti Whatsapp. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat enam pelajar, satu di antaranya merekam. Salah satu pasang di antaranya melakukan hubungan intim di atas kasur.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia