Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Dendam, Truk Milik Eks Majikan Disikat

04 Oktober 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DITEMBAK DUA KAKI: Kiswanto, tersangka kasus pencurian truk milik mantan majikannya, ditanyai Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin (3/10).

DITEMBAK DUA KAKI: Kiswanto, tersangka kasus pencurian truk milik mantan majikannya, ditanyai Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin (3/10). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kiswanto, 32, asal Desa Girik, Kecamatan Ngimbang diamankan petugas Polres Lamongan. Dia menjadi tersangka komplotan pencurian di wilayah kecamatan setempat.

Kiswanto dibekuk bersama Tarip, 43, asal Desa Sendangrejo, kecamatan setempat. Juga, Ibnu Mualifin, 37, asal Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ponggok, Blitar; serta Yan Marjoni, 36, asal Desa Pojok, Kecamatan Wates; dan Tamam, 42, Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kediri.

‘’Lima tersangka yang diamankan di tempat yang berbeda.  Satu orang dinyatakan sebagai DPO hingga saat ini. Kiswanto ini menjadi otak dari pencurian,’’ kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, kemarin (3/10).

Menurut dia, tersangka melakukan pencurian truk S 9673 UK milik Marsim, 43, asal Desa Girik, Kecamatan Ngimbang. Pemilik truk merupakan mantan juragannya Kiswanto saat menjadi sopir.

Truk tersebut diparkir di gudang pembakaran gamping, tak jauh dari rumahnya. Saat diparkir, kunci truk masih tertancap.

Kiswanto beraksi lebih mudah karena mengetahui posisi kunci gudang. Setelah mencuri (1/8), truk dibawa pergi untuk menemui Tarip di Jombang.

‘’Kedua tersangka setelah bertemu akhirnya membawa truk hasil curian ke wilayah Kediri untuk menjual hasil pencurian,’’ kata pria dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Di Kediri, keduanya bertemu Yan Marjoni, teman Kiswanto. Keduanya menceritakan tentang truk yang dibawanya. Marjoni lalu mengantarkan keduanya menemui Ibnu Mualifin dan Tamam. ‘’Truk hasil pencurian dijual tersangka Ibnu Mualifin dan Taman dengan harga Rp 60 juta. Uangnya dibagi bersama – sama,’’ jelas Kapolres.

Pembagiannya, Kiswanto mendapatkan Rp 20 juta, Tarip menerima Rp 15 juta, Marjoni Rp 10 juta, serta Tamam dan Ibnu Mualifin masing – masing Rp 5 juta. Sisanya, Rp 5 juta, digunakan bersenang – senang bersama.

‘’Truk hasil pencurian telah dijual kepada Sokib, 37, DPO asal Desa Judeg, Kecamatan Panggungrejo, Blitar,’’ jelas Kapolres.

Saat didatangi rumah DPO, barang bukti sudah tidak utuh. Sebagian besar onderdil truk sudah dijual ke orang lain. Barang bukti yang bisa diamankan di antaranya beberapa oderdil truk, satu senapan angin, kaus dan jam tangan pembelian hasil kejahatan.

Versi Kapolres, Kiswanto dan Tarip dilumpuhkan anggota dengan timah panas karena saat ditangkap berusaha ingin melarikan diri. Dua kaki Kiswanto tertembak. Sedangkan Tarip ditembak kaki kanannya.            

Kiswanto di hadapan petugas mengakui dirinya mantan sopir dan mengetahui betul gudang parkir truk tersebut. Karena tenaganya tak dipakai lagi sebagai sopir, tertanam keinginannya untuk truk truk tersebut.

‘’Saya mencuri dulu pada pukul 23.00. Sepi tak ada orang di lokasi gudang, leluasa,’’ kata bapak tiga anak tersebut.

Uang bagian hasil pencuriannya, digunakan membeli senapan angin Rp 1,5 juta dan pakaian. Sebagian uangnya lagi untuk pergi kafe bersama teman – temannya. Serta, untuk kebutuhan sehari – hari.

(bj/jar/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia