Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Kekeringan Meluas Jadi Sebelas Kecamatan

04 Oktober 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DAMPAK KEKERINGAN: Tim BPBD Tuban saat memantau kawasan hutan yang rawan kebakaran karena dampak kemarau panjang.

DAMPAK KEKERINGAN: Tim BPBD Tuban saat memantau kawasan hutan yang rawan kebakaran karena dampak kemarau panjang. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Jumlah desa kekeringan di Tuban menembus rekor. Wilayah terdampaknya tercatat paling banyak. Jika pada 2018 jumlah kekeringan melanda 33 desa pada 10 kecamatan, hingga awal Oktober ini, wilayah kekeringan berdasarkan data yang masuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban mencapai 38 desa di 11 kecamatan.

Wilayah yang baru melaporkan kekeringan dan divalidasi BPBD Tuban adalah esa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan. Desa lain di Kecamatan Soko (Mojoagung dan Jati) dan Kecamatan Merakurak (Tuwiri Kulon). Desa berikutnya yang masih tahap assessment, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Diprediksi kekeringan kian meluas seiring panjangnya musim kemarau.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tuban Gendut mengatakan, musim kemarau panjang membuat sejumlah sumber air mengering. Salah satunya Kali Kening yang mengaliri Kecamatan Jatirogo, Kenduruan, Bangilan, Singgahan, dan Parengan. ‘’Kekeringan di Kenduruan dipicu mengeringnya Kali Kening yang merupakan sumber air masyarakat Desa Sidorejo untuk kebutuhan sehari-hari,’’ terang dia. Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan adalah wilayah baru yang masuk daftar desa kekeringan di Bumi Wali.

Gendut menjelaskan, warga terdampak di Sidorejo mencapai 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa yang tinggal di Dusun Mojo. Satu-satunya sumber mata air di dusun ini adalah genangan air Kali Kening di dusun setempat. Itu pun oleh warga sekitar dipakai minum hewan ternak, sehingga sangat tidak layak dikonsumsi manusia.

Sementara warga lima desa lain yang terdampak jumlahnya cukup fantastis. Di Kecamatan Soko terinci sebagai berikut. Desa Mojoagung (942 jiwa), Desa Ngampon (612 jiwa), Desa Gedangan (449 jiwa), Desa Jati (812 jiwa). Selanjutnya di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak terdapat 120 warga terdampak. ‘’Rata-rata sumber air yang tersisa berjarak 0,5 –- 1 kilometer (km) dari pemukiman penduduk,’’ ujar Gendut.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia