Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Dipetakan, Pemicu Kemacetan Jalan Nasional

03 Oktober 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MACET: Arus lalu lintas di Simpang Karangwaru yang mengular karena durasi lampu merah yang sangat lama.

MACET: Arus lalu lintas di Simpang Karangwaru yang mengular karena durasi lampu merah yang sangat lama. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Pemicu kemacetan di sepanjang Jalan M. Yamin -– Jalan Gajah Mada -– Jalan Wahidin Sudirohusodo mulai dipetakan. Sambil menunggu selesainya proyek jalan lingkar selatan (JLS), evaluasi mengurai kemacetan jalan nasional di tengah kota tersebut terus dimatangkan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, kemacetan dipicu faktor eksternal dan internal. Eksternalnya akibat penumpukan kendaraan di Jalan Lamongan –- Babat karena perbaikan jalan dan kecelakaan lalu lintas (lalin). Itu yang menjadikan arus lalin kendaraan berat yang masuk Tuban intensitasnya langsung tinggi. ‘’Ini sedang kami analisa solusinya,’’ jelas dia.

Sedangkan faktor internalnya, durasi traffic light yang belum seimbang antara arus dari barat dan timur, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan.

Imam mengatakan durasi lampu hijau di Simpang Kapur, Simpang Karangwaru, dan Simpang Polres Tuban memang tidak sama. Durasi lampu hijau dari barat lebih lama daripada dari timur. Tujuannya untuk mengurai kemacetan karena intensitas kendaraan dari barat jauh lebih banyak.

Durasi lampu hijau yang tak seimbang tersebut justru menjadi buah simalakama karena kemacetan kini berpindah di sisi timur. Apalagi, saat jam padat, kemacetan di Simpang Karangwaru bisa mencapai dua kilometer (km).

Pantauan Dishub Tuban, kemacetan terparah terpantau mulai 12.00--16.00. ‘’Ini semua masuk bahan evaluasi Forum Lalu Lintas,’’ tutur mantan kasi Manajemen Rekayasa Lalin Dishub Tuban itu.

Imam membenarkan kemacetan terparah terpantau di simpang Karangwaru. Salah satu faktor pemicunya, tingginya intensitas angkot, bus, dan mobil penumpang umum (MPU) yang sering berhenti di barat traffic light untuk menurunkan penumpang. Padahal, di titik tersebut sudah terpasang rambu dilarang berhenti. Ini menyebabkan kendaraan dari timur terhenti dan arus lalu lintas mampet. ‘’Ini kembali kami koordinasikan dengan satlantas agar pelanggar disanksi tilang,’’ tegasnya.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia