Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Diprediksi Molor, Proyek Jalan Pangsud

02 Oktober 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PADAT MERAYAP: Pengecoran Jalan Panglima Sudirman yang belum menyelesaikan segmen utara.

PADAT MERAYAP: Pengecoran Jalan Panglima Sudirman yang belum menyelesaikan segmen utara. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Proyek pembetonan Jalan Panglima Sudirman diprediksi tidak sesuai target. Memasuki pekan ketiga, pembangunan di segmen utara belum menyelesaikan separo. Padahal, ditargetkan pembetonan sisi utara jalan harus selesai sepenuhnya pada bulan pertama atau terakhir Rabu (9/10) pekan depan. Selanjutnya, dijadwalkan pembetonan jalan pada segmen selatan di bulan kedua.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, perbaikan jalan nasional di tengah kota tersebut baru menyelesaikan pengecoran di segmen utara sisi timur Jembatan Mangunjoyo. Itu pun belum sepenuhnya. Masih sekitar 80 persen. Pekerjaan pengecoran ini dibarengi dengan pengurukan aspal di barat jembatan. Untuk mempercepat pekerjaan, terlihat penambahan alat berat satu unit eksavator dan buldoser.

Kepala Tata Usaha Pejabat Pembuat Komitmen (KTU PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Hayatul Jadid mengatakan, jika sesuai jadwal, pengecoran dimulai sejak 9 September. Dengan demikian, target pengecoran jalan segmen utara (sebelah timur dan barat Jembatan Mangunjoyo) harus selesai Rabu (9/10) atau kurang satu pekan lagi. ‘’Semoga masih bisa sesuai target,’’ kata dia optimistis.

Pejabat kelahiran Surabaya itu mengatakan, agar selesai tepat dua bulan sesuai target, seharusnya pada 10 September harus dimulai pekerjaan di segmen selatan. Sementara masih membutuhkan waktu pengeringan cor sekitar tujuh hari. Dengan waktu semepet itu, mustahil bisa menyelesaikan sesuai target. ‘’Dua bulan adalah target yang kami berikan untuk kontraktor, untuk realisasinya menunggu perkembangan lebih lanjut,’’ tuturnya.

Sementara Forum Lalu Lintas menegaskan tidak boleh ada penutupan total jalan. Kendaraan harus tetap bisa melintas dari salah satu jalur. Sebelum memulai pengecoran di sisi selatan, harus menyelesaikan segmen utara agar bisa dilalui kendaraan. Terkait keterlambatan, Jadith menjelaskan ada sejumlah kendala di lapangan. ‘’Salah satu kendalanya traffic di jalan tersebut sangat padat,’’ jelasnya.

Mesti diindikasi tak sesuai target, Jadith memastikan proyek pengecoran jalan tersebut selesai sebelum ganti tahun. Ditanya nilai proyek yang dikerjakan rekanan  PT Pundi Viwi Perdana tersebut, Jadith enggan membeberkan.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia