Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Cerita Pemenang Lomba Robotik Tingkat ASEAN

Sehari Rakit Robot, Rusak saat Dilombakan

Oleh: AUDINA HUTAMA PUTRI

02 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TUNGGU PENGHARGAAN: Perakit robot yang memenangi lomba ASEAN Robotic Day 2019 di Jakarta, 20 September lalu.

TUNGGU PENGHARGAAN: Perakit robot yang memenangi lomba ASEAN Robotic Day 2019 di Jakarta, 20 September lalu. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

ROBOT jenis soccer dan amphibious solar vehicle (ASV) hasil karya empat siswa madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Babat ini berhasil meraih satu trofi dan tiga medali pada ASEAN Robotic Day 2019 di Jakarta, 20 September lalu.

M. Maheswara Nawaf, Ahmad Faiz Zabadil, Auriega Mandala Squadewa, dan Ahmad Nadzril Ikhram tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Teman-temannya memberi applaus atas prestasi yang diraihnya dalam ASEAN Robotic Day 2019.

Robot hasil rakitan mereka dapat mengalahkan 384 peserta dari empat negara. Padahal, pelajar kelas V dan VI ini tidak memiliki waktu berbulan – bulan untuk melakukan persiapan.

‘’Total persiapan satu bulan dan dikerjakan setiap pulang sekolah,’’ kata Mahes kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Senin (30/9).

Dalam kompetisi itu, mereka semula hanya merakit robot jenis soccer yang dapat bermain sepak bola. Saat mendekati hari H lomba, Mahes dkk mencoba merakit robot jenis ASV dalam waktu sehari semalam.

Faiz menuturkan, komponen-komponen pembuat robot tersebut didapatkannya di Surabaya dan Malaysia. ‘’Komponen robot soccer belinya di Surabaya. Kalau komponen ASV belinya di Malaysia, karena pakai panel surya untuk menjalankannya,’’ tuturnya.

Mereka sangat senang saat kali pertama mengikuti kompetisi di tingkat internasional. Meskipun pesaingnya berasal dari berbagai negara, mereka tidak minder. Bahkan saling berkenalan dan berteman dengan pelajar lainnya dari luar negeri.

‘’Seru, bertemu teman baru dari Malaysia dan Filipina,’’ kenang Auriega.

Nadzril menuturkan, sistem penilaian dalam lomba robot jenis soccer dan ASV berbeda. Robot soccer dinilai dari seberapa banyak memasukkan bola atau gol ke gawang lawan. Robot juga harus dikontrol menggunakan remote control agar dapat berebut bola dengan lawan-lawannya.

Nadzril mengingat saat babak penyisihan di kategori ini, timnya harus beradu dengan robot milik pelajar asal Jakarta. ‘’Seperti main sepak bola. Robotnya ditaruh dalam arena dan dikontrol pakai remot. Yang dinilai mana robot yang mencetak gol ke gawang,’’ ujarnya.

Sementara robot jenis ACV dinilai berdasarkan kecepatan laju robot yang digerakkan oleh tenaga surya di medan kering atau basah. Mereka kompak menyebut robot jenis ACV lebih mudah dioperasikan karena tidak perlu menggunakan remote control. Namun untuk komponen-komponen robot ini terpaksa impor dari Malaysia.

‘’Panel surya dan styro foam khusus robot ACV adanya di Malaysia. Biaya merangkai satu robot ini sekitar Rp 1,2 juta untuk panel suryanya saja. Sedangkan komponen robot soccer bisa didapatkan di Surabaya. Biaya satu robotnya sekitar Rp 2,5 juta,’’ tutur pembina robotika Mustain.

Proses pembuatan robot ACV tergolong singkat dibanding robot-robot lainnya. Hanya memakan waktu sehari semalam karena komponen sudah tersedia lengkap. Namun bukan berarti anak-anak ini tidak mengalami hambatan selama lomba. Salah satunya, robot soccer rakitan mendadak rusak saat pertandingan akan berlangsung. Saat dicek, penyebab kerusakannya karena mereka lupa mengisi daya baterai atau charging. Mau tidak mau Mahes, Faiz, Auriega, dan Nadzril harus bisa memperbaikinya sendiri. Karena pembina dilarang masuk dalam arena pertandingan.

‘’Kami kurang ngecek. Jadi saat akan dicoba ternyata robotnya tidak bisa jalan dan trouble. Kami perbaiki bersama-sama. Alhamdulillah masih bisa menang,’’ tutur Mahes.

‘’Anak-anak ini juga sudah sering kesetrum dan terkena solder panas,’’ imbuh Mustain sembari tertawa.

Mahes dkk berharap robot-robot yang dirakitnya dapat menjadi alternatif transportasi di masa depan. Seperti penggunaan listrik dan panel surya untuk bahan bakar.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia