Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Selvia Ditarget Turunkan BB 4 Kg Lagi

02 Oktober 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BULAN INI DITARGET BB TURUN LAGI: Selvia Dwi Susanti yang kini memiliki berat badan 104 kg. Diharapkan dia bisa menurunkan berat badan menjadi 100 kg bulan ini dengan program dari dokter puskesmas.

BULAN INI DITARGET BB TURUN LAGI: Selvia Dwi Susanti yang kini memiliki berat badan 104 kg. Diharapkan dia bisa menurunkan berat badan menjadi 100 kg bulan ini dengan program dari dokter puskesmas. (DOKUMENTASI PRIBADI FOR JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Berat badan (BB) Selvia Dwi Susanti masih sama dengan sebulan lalu, 104 kilogram (kg). Tim medis yang menangani pasien obesitas asal Kecamatan Bluluk itu sengaja tidak meminta Selvia untuk menurunkan BB selama September lalu.

Alasannya, usia Selvia masih di bawah 16 tahun. Cukup rentan apabila harus menurunkan BB secara signifikan. “Dia (Selvia) sudah berhasil turun sekitar 75 kg dalam kurun waktu kurang dari setahun, itu sangat bagus,” ujar dokter Puskesmas Bluluk, Yana.

Pertengahan Juli lalu, lanjut dia, BB Selvia  ditimbang turun 65 kg dalam kurun waktu tujuh bulan. Bulan berikutnya, dalam waktu dua minggu, BB Selvia turun 10 kg.

Tim medis lalu memberikan kelonggaran selama satu bulan untuk menstabilkan berat di angka 104 kg. Yana menuturkan, tensi dan kolesterol Selvia masih aman. Hanya kulitnya sedikit kendur karena sebelumnya gemuk kemudian berkurang beratnya.

Menurut Yana, bulan ini tetap ada upaya penurunan berat badan. Namun, tidak lebih dari 4 kg selama sebulan. Tujuannya, Selvia bisa memiliki berat minimal 100 kg pada usia 17 tahun nanti.

“Dia kan usianya masih 16 tahun, kalau dipaksa untuk menurunkan badan terlalu cepat kasihan dan cukup rentan dengan penyakit,” tuturnya.

Yana mengklaim minat pasien untuk menurunkan berat badan sangat tinggi. Selvia gencar berolahraga lari pagi. Jika biasanya hanya satu jam, maka sekarang ditambah 30 menit.

Selvia turunnya alami, karena ada perubahan pola makan dan olahraga. Sehingga resiko penyakitnya juga rendah.

(bj/rka/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia