Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
4 Siswa Bikin Obat Nyamuk Dari Daun Tembakau

Uji Coba Berkali-kali Gagal, Digunakan Antinyamuk Elektrik

Oleh: M. NURKOZIM

02 Oktober 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KOLABORASI: Empat siswa SMA menunjukkan karyanya bikin obat pembasmi nyamuk berbahan daun tembakau.

KOLABORASI: Empat siswa SMA menunjukkan karyanya bikin obat pembasmi nyamuk berbahan daun tembakau. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

DAUN tembakau untuk rokok, hal biasa. Empat siswa ini menjadikan daun tembakau sebagai antinyamuk. Bahkan, tidak kalah ampuh dengan antinyamuk pabrikan.

Rozak, Wilda, Sara, dan Yasinta, tengah menikmati waktu istirahat ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro menemuinya kemarin (1/10). Wajah mereka semringah. Meskipun jarum jam menunjukkan pukul 14.00. Sebentar lagi jam pulang sekolah.

Empat siswa ini kreatif. Berhasil membuat obat nyamuk berbahan dasar tembakau. Tanaman ini banyak terdapat di Bojonegoro ketika kemarau. ’’Obat nyamuk yang kami buat cukup ampuh,’’ ungkap Rozak dengan optimisme.

Obat nyamuk berbahan dasar tembakau memang hal baru. Empat pelajar ini berkali-kali melakukan uji coba. Penemuan itu juga tidak serta-merta mudah dilakukan. ’’Tidak terhitung berapa kali. Namanya riset ya banyak gagalnya. Kalau sukses rasanya senang sekali,’’ ujar siswa SMAN 4 Bojonegoro ini.

Sebenarnya meramu daun tembakau untuk dijadikan obat nyamuk tidaklah sulit. Pertama pilih daun tembakau yang masih segar dan hijau, kemudian dipotong-potong. Bukan memilih daun tembakau yang kering. ’’Kalau yang kering sulit,’’ tambah Wilda.

Daun tembakau itu, menurut Wilda, direbus dengan alkohol berkadar 70 persen. Jika di atas atau di bawahnya, hasilnya bisa kurang bagus. Perebusan sekitar 45 menit sampai 1 jam. Sampai daun tembakau menjadi kecokelatan.

’’Setelah itu, tuangkan air rebusan dalam wadah. Kemudian campur dengan aquades (sejenis bahan kimia),’’ tuturnya.

Cairan itu sudah siap digunakan sebagai antinyamuk. Antinyamuk hanya bisa digunakan untuk alat elektrik. Bukan semprot atau bakar. ’’Kalau semprot kita belum melakukan uji coba. Kalau elektrik sudah berhasil,’’ ujar Wilda.

Cairan ini bisa mematikan nyamuk secara efektif dalam 45 menit. Itu wajar. Sebab, tidak ada bahan kimia berbahaya. Sehingga, efek racunnya tidak begitu cepat. ’’Ini juga ramah lingkungan. Tidak mengandung racun berbahaya,’’ jelasnya.

Obat nyamuk daun tembakau itu hanya mengandalkan nikotin sebagai racun pembunuh nyamuk. Meski demikian, mereka berempat akan terus berusaha memperbaikinya. Sehingga, reaksi bisa semakin cepat. ’’Tentunya tetap aman,’’ jelasnya.

Obat nyamuk karya mereka ini juga diberikan pewangi. Sehingga, saat digunakan tidak hanya berbau tembakau. Tapi ada aroma wanginya. Karya mereka juga berhasil meraih juara 3 di ajang lomba teknologi tepat guna tingkat kabupaten yang diselenggarakan pemkab tahun ini.

(bj/zim/rij/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia