Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Gelar Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mapolres

01 Oktober 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MINTA MAHASISWA YANG MATI DIDUGA TERTEMBAK DIUSUT TUNTAS: Aksi mahasiswa di Lamongan di mapolres setempat kemarin (30/9). Mereka meminta kematian dua mahasiswa di Kendari diusut tuntas.

MINTA MAHASISWA YANG MATI DIDUGA TERTEMBAK DIUSUT TUNTAS: Aksi mahasiswa di Lamongan di mapolres setempat kemarin (30/9). Mereka meminta kematian dua mahasiswa di Kendari diusut tuntas. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Ratusan mahasiswa melakukan aksi solidaritas di halaman Mapolres Lamongan kemarin siang (30/9). Mereka mengecam adanya dugaan penembakan hingga berujung kematian aktivitis mahasiswa saat berdemo menolak RKUHP di gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kendari (26/9).

Massa yang terdiri atas aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM), Tapak Suci, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Nasyiatul Aisyiyah dan Hisbul Wathon itu mendesak Polres Lamongan untuk menyampaikan ke Polda Jatim agar Polri mengusut kasus tersebut.

Setelah berorasi sekitar sepuluh menit, massa yang bergerak dari Jalan Lamongrejo Lamongan itu kemudian diterima Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung.

Zainal Abidin, koordinator aksi, mengatakan, aksi tersebut bentuk solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa di Sulawesi Tenggara.  ‘’Ingin menuntut keadilan oknum yang melakukan penembakan mahasiswa pada saat melakukan demo,’’ ujarnya.

‘’Saya harap kalau sudah tertangkap agar dilakukan hukuman sebagaimana yang sudah tertera di undang – undang,’’ imbuhnya.

AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan, mahasiswa yang meninggal di Kendari diduga ada luka tembak di dada. Dia mengapresiasi adanya aksi solidaritas sebagai bentuk kepedulian, perhatian, dan persatuan bangsa.

‘’Saya sendiri sudah berkomitmen kepada anggota. Siapapun yang melangsungkan aksi demo, akan dilakukan fasilitas dan pengamanan sebaik mungkin,’’ ujarnya.

Menurut dia, Mabes Polri atas perintah Kapolri telah membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya dua mahasiswa tersebut. Tim tersebut dipimpin dua jenderal, serta melibatkan komnas ham dan lainnya. Dia meminta dipercayakan kepada tim tersebut untuk mengusut tuntas kasus itu.

‘’Saya secara pribadi ingin mengetahui siapa pelaku itu. Karena kami sebagai anggota Polri sudah berbuat maksimal mungkin atas perintah pimpinan agar melakukan pengawalan demonstran dengan baik,’’ ujarnya

Seperti diberitakan, Randy, 21, dan Yusuf Kardawi, 19, meninggal saat melakukan aksi menolak RKUHP di gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Randy yang tercatat mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) itu, diduga tertembak karena ada luka tembak di dada.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia