Kamis, 23 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Inovasi Proamanah Hilangkan Status Bencana

Cukupi Kebutuhan Air Bersih Warga

01 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban - Perlahan namun pasti, Program Air Minum Masuk Rumah (Proamanah) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban mampu menyelesaikan problem  kebutuhan air bersih di Kabupaten Tuban. Utamanya di wilayah rawan kekeringan.

Setidaknya, dengan pembinaan dinas PRKP melalui program Proamanah tersebut diharapkan berdiri 146 Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) aktif yang tersebar pada 20 ke­camatan se-Kabupaten Tuban. Pro­gram ini meliputi pembinaan kelem­bagaan, teknis, hingga kelangsungan dalam pengembangan dan optimalisasi pengelolaan Hippam.

Dari 146 Hippam itulah ribuan ma­syarakat di Tuban mendapat suplai air bersih melalui sambungan rumah (SR). Termasuk di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan.

Dengan tercukupinya kebutuhan air bersih tersebut, Kabupaten Tuban tidak lagi menyandang status bencana darurat air bersih, meski masih ada sebagian titik yang belum terjangkau pipa SR. Yakni, wilayah terpencil dan jauh dari jangkauan.

‘’Meski belum terjangkau pipa SR, tapi kebutuhan air bersihnya tetap terpenuhi. Kalau kekeringan kekurangan air baku pada lahan per­taniannya. Tapi, tidak pada kebutuhan air bersih untuk war­ga,’’ tegas Kepala Dinas PRKP Tuban Sudarmaji kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Kalaupun dropping air bersih, lanjut Darmaji, bukan terkait ben­cana, tapi merupakan program pe­nyediaan air bersih untuk warga. Karena itu, ke depan, upaya pe­menuhan air bersih ke sebagian wilayah terpencil terus dilakukan melalui pengembangan Hippam. Harapannya, pemerintah desa juga berperan dalam pemenuhan air bersih di wilayah terpencil.

‘’Semestinya desa juga harus care (peduli), karena ini adalah tanggung jawab bersama. Baik persoalan pe­menuhan air bersih maupun per­soalan sampah, juga menjadi tang­gung jawab pemerintah desa. Dan, itu bisa di­anggarkan melalui dana desa,’’ kata dia.

(bj/tok/ds/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia