Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Dua Pelajar SMA Raih Juara ASEAN Robotic Day

Bikin Robot Perahu Amfibi Bertenaga Panel Surya

Oleh: CHAHYA SYLVIANITA

28 September 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BANGGA: Vemi dan Faiza menunjukkan perahu amfibi bertenaga surya.

BANGGA: Vemi dan Faiza menunjukkan perahu amfibi bertenaga surya. (CHAHYA SYLVIANITA/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

VEMIPRAMUDYA dan Faiza Chandra Alfiasti Zaini siswa yang menyukai dunia robotik. Meski angkatan pertama di ekstrakurikuler robot, mereka mampu mengharumkan Bojonegoro di kancah internasional.

Cuaca cukup terik. Angin lebih hangat kemarin (27/9). Suasana salah satu SMA di Jalan Raya Sukowati, Kecamatan Kapas, itu cukup ramai. Banyak aktivitas olahraga di halaman sekolah di utara jalan raya itu.

Beberapa pelajar bermain cabang olahraga (cabor) petanque. Tidak hanya siswa, beberapa siswi mencoba melemparkan bola besi sejauh mungkin. Beberapa siswa lain di lorong sekolah memainkan tenis meja. Suara pukulan bola sahut-menyahut. Beberapa guru berlalu-lalang.

Di luar ruangan ada dua pelajar mengenakan seragam pramuka. Mereka adalah Vemipramudya dan Faiza Chandra Alfiasti Zaini. Keduanya peraih juara satu Robot Amphibious Solar Vehicle dan juara tiga Robot Sumo Antonomus tiga kilogram dalam ajang pertandingan robot tingkat ASEAN di Jakarta.

Vemi, sapaan akrabnya, membuat robot amfibi berbentuk perahu bertenaga surya. Sementara Faiza, mengikuti perlombaan robot sumo atau robot pertempuran yang dibekali sebilah pisau.

Vemi menceritakan, robot perahu bertenaga surya ia rakit dari beberapa bahan yang tidak bisa didapat di Indonesia. Tidak ada kesulitan selama perakitan, kecuali bahan. Selain dibimbing guru, Vemi mulai menekuni robot semenjak SMP.

’’Hanya saat pertandingan, robot amfibi sedikit oleng. Saya diberi waktu 30 menit memperbaiki. Ternyata ada masalah pada baling-balingnya,’’ ujarnya.

Saat pertandingan, robot amfibi harus bisa menyelesaikan tantangan 10 meter jalur perahu di air. Karena robot bertenaga surya, harus dapat melalui lima meter jalur tanpa cahaya. ’’Jadi jalurnya ada titik robot tidak dapat cahaya. Bagaimana robot bisa tetap berjalan jika tidak ada cahaya,’’ ucap siswa asal Kepohbaru itu.

Robot amfibi didesain dengan empat roda kecil di masing-masing sisi. Baling-baling merah sebagai penggerak robot bertenaga surya. Panel surya diletakkan memenuhi bagian atas atau bagian dek perahu. Sementara, bagian badan menggunakan bahan sejenis styrofoam dengan balutan plastik agar perahu kedap air.

Dua pelajar SMA Model Terpadu itu mengajak wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro ke luar ruangan dan memperlihatkan cara kerja robot amfibi. Sayangnya, tidak ada jalur khusus untuk mempraktikkan. Vemi hanya memegang perahu dan menunjukkan robot amfibi yang responsif. Baling-baling berputar ketika mendapat sinar matahari.

’’Kalau saat pertandingan memakai lampu. Jadi jalurnya ada yang gelap. Ada terang. Kita juga bertemu dengan siswa asal Malaysia,’’ imbuhnya.

Setelah memperlihatkan tutorial cara kerja robot amfibi, semua kembali memasuki ruangan. Faiza dengan suara lembut mengatakan, dirinya ikut bergabung dengan salah satu sekolah di Kecamatan Baureno. ’’Kalau sumo kita tidak punya robotnya. Untuk membuat sendiri biayanya juga mahal. Bisa sampai Rp 30 juta untuk pertandingan tiga kilogram. Jadi gabung dengan sekolah lain yang sudah punya robotnya. Pertandingannya semacam pertempuran antar robot,’’ ucap siswi asal Kabupaten Tuban ini.

’’Ini perlombaan robot pertama saya. Alhamdulillah juara tiga,’’ tutur dia.

Karena media robot bergabung dengan sekolah lain, Faiza menunjukkan video pertandingan robot sumo. Dengan lintasan melingkar, kedua robot saling adu dan kejar. Robot yang keluar dari jalur otomatis akan kalah.

’’Sempat juga siswa dari sekolah lain tangannya berdarah karena terkena pisau,’’ imbuh Vemi.

(bj/cs /rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia