Rabu, 19 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
SMK Negeri Palang Tuban

Selaras lebih Maju Melampaui Revolusi Industri 4.0

27 September 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSINERGI: Foto bersama seluruh anggota Larasdikdudi bersama pemateri.

BERSINERGI: Foto bersama seluruh anggota Larasdikdudi bersama pemateri. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

FORUM Penyelarasan Dunia Pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Larasdikdudi) lahir dari kepedulian bersama terhadap perlunya peningkatan kerja sama antarlembaga terkait untuk berperan aktif meningkatan daya serap lulusan di dunia kerja. Forum ini memiliki tujuan utama meningkatkan kinerja penyelarasan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Kemarin (26/9), HUT ke-7 Larasdikdudi diselenggarakan di SMKN Palang.

Pertemuan kali ini dihadiri Ketua Larasdikdudi Yudha Prasetyawan. Hadir juga perwakilan dari perusahaan Semen Indonesia, forkopimka, dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMK, dan seluruh perwakilan anggota Larasdikdudi.

Pertemuan kali ini mendatangkan pemateri dosen teknologi industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Profesor Muhammad Suef.

SIMBOLIS: Kepala SMKN Palang Maria Ernawati bersama Ketua  Larasdikdudi Yudha Prasetyawan menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Semen Indonesia.

SIMBOLIS: Kepala SMKN Palang Maria Ernawati bersama Ketua Larasdikdudi Yudha Prasetyawan menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Semen Indonesia. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Ketua Larasdikdudi Yudha Prasetyawan, ST. MEng mengatakan, antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri bisa dibilang tidak pernah dapat selaras. Menurutnya, jumlah lulusan dunia pendidikan tiap tahunnya jauh melebihi jumlah kebutuhan tenaga kerja di Indonesia. ‘’Dudi memang tidak bisa menyerap seluruh lulusan dari dunia pendidikan, karena jumlah lulusan dan kebutuhan tenaga kerja tidak berimbang,’’ ungkapnya.

Yudha menjelaskan, meski tidak  selaras, tetapi penyelarasan tetap penting. Karena dengan penyelarasan antara dunia pendidikan dan dudi dapat membuat keseimbangan antara jurusan yang dibutuhkan dudi dengan jurusan di SMK, perguruan tinggi, maupun lembaga kursus, dan pelatihan. ‘’Kita tetap butuh penyelarasan dengan dudi karena supaya terjadi keseimbangan antara jurusan yang dibutuhkan dudi dengan tenaga kerja yang lahir dari dunia pendidikan,’’ jelas pengajar ITS itu.

Profesor Muhammad Suef mengatakan, perkembangan zaman diiringi dengan berkembangnya teknologi membuat para pelaku usaha dan industri juga mengupgrade teknologinya dalam produksi. Hal ini karena perusahaan pasti mengejar keun­tungan dengan teknologi yang semakin hari semakin canggih bisa membuat proses produksi menjadi lebih efisien dan menambah keuntungan perusahaan.

Karena itu, berkembangnya teknologi secara otomatis harus diikuti dunia pendidikan. Karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan mesin-mesin yang canggih.

Dia berharap dengan adanya pertemuan itu dapat bersinergi antara dunia pendidikan dengan dudi. ‘’Dengan pertemuan ini dudi dapat memberikan informasi mengenai kebutuhan SDM yang dibutuhkan dan lembaga pendidikan dapat menyiapkannya, sehingga terjadi keselarasan,’’ tandas Suef. (rif)

(bj/*/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia