Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Features
Kisah Inspiratif Topan Meniti Bisnis

Dari Karyawan hingga ''Kuasai'' Minimarket se-Jatim

Oleh: YUDHA SATRIA ADITAMA

26 September 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SUKSES DI USIA MUDA: Topan yang dikenal sebagai pemasok ayam di sejumlah pusat bisnis di Jawa Timur.

SUKSES DI USIA MUDA: Topan yang dikenal sebagai pemasok ayam di sejumlah pusat bisnis di Jawa Timur. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

SETIADY Topan Tanjung Mentari, 25, membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras. Di usia mudanya, dia sukses menjadi pemasok ayam potong di seluruh restoran di Tuban dan minimarket se-Jawa Timur.

Ketika tidak mengurus bisnisnya, Setiady Topan Tanjung Mentari sering nongkrong di salah satu warung kopi Jalan Wahidin Sudirohusodo. Pandangannya tak pernah lepas dari layar ponsel. Bukan untuk bermain game atau media sosial (medsos). Melainkan memantau grup WhatsApp (WA) miliknya. Tujuannya memastikan seluruh karyawannya menjalankan tugas masing-masing agar tidak mengecewakan konsumennya.

Wajarnya anak muda, sehari-hari remaja yang akrab disapa Topan ini selalu mengenakan kaus oblong dan  bercelana jins. Namun, siapa sangka, di usianya yang sangat muda, Topan sudah mempekerjakan belasan karyawan. Tugasnya, merawat ayam potong, menyembelih, memotong, mengemas, dan mendistribusikan ke berbagai pusat bisnis. ‘’Saya juga buka stan ayam potong di pasar,’’ kata remaja yang tinggal di Desa Cendoro, Kecamatan Palang ini.

Bagi pemilik usaha kuliner di Tuban, sosok Topan tidaklah asing. Dialah yang memasok ayam mentah hampir ke seluruh restoran, rumah makan, dan kafe di Tuban. Mulai Kayu Manis, Fave Hotel Resto, Mekarsari, dan bisnis lainnya.

Bapak dua anak ini juga memasok kebutuhan ayam untuk dapur salah satu brand minimarket nasional untuk didistribusikan se-Jatim. ‘’Setiap hari saya mengirim sekitar 2 ton ayam potong untuk seluruh pelanggan resto, rumah makan, kafe, dan minimarket,’’  ujarnya.

Ada perjuangan keras sebelum dipercaya menjadi salah satu supplier besar se-provinsi. Topan mengatakan, sebelum jadi pengusaha, dia sudah kenyang menjadi karyawan di minimarket.

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah (MA) YPPI 1945 Babat, Topan memilih merantau di Surabaya untuk bekerja sebagai pramuniaga di minimarket. ‘’Saat kerja di minimarket, saya maksimalkan untuk mencari relasi dan ilmu sebanyak mungkin,’’ tutur suami Viara Vicky Fadzilah ini.

Empat tahun bekerja di minimarket, Topan ingin mengubah nasib. Dia pun memilih keluar dari tempatnya bekerja dan pulang ke Tuban. Awal di Tuban, Topan kerja serabutan. Hingga dia diminta untuk mengganti posisi seorang pedagang ayam yang pindah tempat. Membuka lapak di Pasar Baru Tuban ternyata menjadi pintu awal kesuksesannya. ‘’Awalnya saya dibantu mendapat pasokan ayam dari peternakan milik paman,’’ ujar dia.

Tak puas hanya berjualan di stan pasar, Topan mulai bergerilya ke restoran-restoran se-Tuban. Dia membawa proposal untuk menawarkan ayam potong miliknya. Awalnya, tawaran Topan selalu ditolak dengan alasan masih bocah bau kencur. Namun, ketika salah satu restoran besar menerima tawaran pasokan ayam miliknya, nama Topan kian dikenal di kalangan pebisnis lainnya. ‘’Kalau hanya mengandalkan dari pasar, usaha saya tidak akan maju,’’ tegas dia. Usai menguasai pasokan ayam di seluruh restoran di Tuban, sulung dari tiga bersaudara ini mencoba peruntungannya menembus dapur minimarket. Dia pun memanfaatkan relasi lamanya saat bekerja di minimarket dulu. Hingga dia mendapat kontak salah satu petinggi minimarket untuk menawarkan kerja sama. Butuh waktu sekitar tiga bulan hingga tawaran Topan disetujui. Dia pun dipercaya memasok ayam potong untuk kebutuhan minimarket se-Jatim.

Pemilik rumah produksi ayam potong di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Tuban ini mengatakan, dalam bekerja terpenting adalah kerja keras. Tak kalah pentingnya doa yang tulus dan tidak meremehkan pekerjaan apa pun. ‘’Meski bisnis milik sendiri, saya selalu menganggap seolah-olah kerja ikut orang lain. Dengan demikian, saya tidak pernah meremehkan apa yang saya kerjakan,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia