Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Satu Ditangkap, Tiga Buron

Sobek Terpal Truk, Bajing Loncat Kuras 105 Batik

26 September 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KEJAHATAN JALANAN: Kapolres AKBP Ary Fadli bertanya Tri Cahyono saat rilis kemarin (25/9). Kawanan bajing loncat menyasar truk ekspedisi ini diringkus. Tiga pelaku masih buron.

KEJAHATAN JALANAN: Kapolres AKBP Ary Fadli bertanya Tri Cahyono saat rilis kemarin (25/9). Kawanan bajing loncat menyasar truk ekspedisi ini diringkus. Tiga pelaku masih buron. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sindikat bajing loncat yang meresahkan di Jalan Bojonegoro-Padangan, mulai terendus. Kepolisian menangkap Tri Cahyono, 31, salah satu anggota sindikat bajing loncat.

Tersangka warga Desa/Kecamatan Bubulan, itu ditangkap setelah beraksi menguras muatan truk di jalan raya antara Kecamatan Padangan-Purwosari. Sedangkan, tiga pelaku lainnya masih buron. Kepolisian menetapkan daftar pencarian orang (DPO), yakni inisial PP, LM, dan LY.

Tiga pelaku DPO ini melarikan diri saat polisi melakukan penghadangan. “Mereka berempat punya peran masing-masing. Tersangka sebagai sopir. Sedangkan, tiga lainnya yang mengeksekusi,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli saat konferensi pers kemarin (25/9).

Tersangka ditangkap anggotanya sekitar pukul 05.00 pada 12 September 2019 di jalan raya antara Kecamatan Padangan-Purwosari. Tersangka bersama tiga temannya mengendarai mobil Panther merah.

Modusnya, membuntuti truk-truk bermuatan. Lalu meloncat ke atas bak truk untuk mencuri muatan truk. “Mereka ini memanjat truk dengan cara naik kap mesin mobilnya. Lalu menggunakan cutter membuka pembungkus muatan (terpal) di dalam truk,” terangnya.

Barang yang mereka curi ialah 105 setel pakaian batik yang akan dikirim dari arah Jawa Tengah ke Jawa Timur. Menurut pengakuan tersangka, ia baru kali pertama melakukan tindak kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. “Meski mengaku baru satu kali, kami akan terus lakukan pendalaman dan pengembangan kasus ini,” ujar Ary sapaan akrabnya.

(bj/gas/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia