Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
2 Madura United Vs Persela 1

Gagal Balas Dendam

25 September 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KALAH TIPIS: Stoper Persela, M. Zainuri menjaga ketat Alexander Rakic. Namun striker Madura United tersebut tetap bisa mencetak gol di menit 78.

KALAH TIPIS: Stoper Persela, M. Zainuri menjaga ketat Alexander Rakic. Namun striker Madura United tersebut tetap bisa mencetak gol di menit 78. (VIVIN AGUSTIN JAWAPOS RADAR MADURA FOR JAWAPOS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Persela Lamongan gagal mempertahankan tren positif usai mengalahkan Arema FC Jum’at pekan lalu. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut kalah dengan skor tipis 2-1 atas tuan rumah Madura United di Gelora Bangkalan kemarin malam (24/9). Hasil itu juga membuat misi balas dendam menjadi gagal atas tim berjuluk Sapeh Kerap tersebut, setelah di putaran pertama lalu juga kalah dengan skor 5-1.

Dua gol tuan rumah dicetak Beto Gonzalves menit ke-28 dan Alexander Rakic menit 78. Sedangkan satu gol Persela dicetak Rafinha menit 90. Dengan hasil itu membuat posisi Persela berada di peringkat 15  bertanding klasemen sementara Liga 1. Yakni dari 20 kali bertanding dengan 19 poin. Meski masih bertahan di papan bawah, namun posisi itu sangat rawan terperosok ke zona degradasi. Sebab dua dari tiga tim di zona merah masih bermain 19 kali.

“Ini menjadi evaluasi bersama. Sebenarnya pemain sudah ngotot, ternyata masih belum bisa menyamakan kedudukan,” ujar Manager Persela Lamongan, Yunan Achmady usai laga melalui telepon seluler.

Menurut Yunan, gol pertama yang diciptakan lawan akibat kurang fokus. Pemain merasa sudah out, ternyata belum. Sehingga menjadi peluang tim lawan lewat sundulan Beto. Sedangkan gol kedua, karena counter attack cepat dan pemain belakang belum siap mengantisipasi. Alexander Rakic berhasil menambah poin bagi tuan rumah.

Tertinggal dua gol, Head Coach Persela, Nil Maizar merubah strategi dengan mengganti Alex Gonzalves yang ditempel ketat Jemerson dan menempatkan Rafinha menjadi ujung tombak menit 82. Apalagi kondisi top scorer sementara Liga 1 tersebut mengalami cedera punggung. Upaya tersebut berhasil, dengan gol yang dicetak pemain Brasil bernama Rafael Oliveira tersebut. Namun upaya menyamakan kedudukan gagal karena waktu sudah mepet dengan peluit panjang dari wasit Aprisman Aranda dari Padang, tanda akhir laga.

Menurut Yunan, semua pasti menginginkan hasil terbaik. Dia menilai pemain sudah menunjukkan performa terbaiknya. Namun Yunan meminta agar kekalahan ini tidak membuat berkecil hati. Pasalnya jadwal pertandingan yang dihadapi Persela Lamongan cukup padat. Sabtu (28/9) Persela Lamongan kembali harus bertanding. Yakni menjamu Bhayangkara FC di Stadion Surajaya Lamongan. “Recovery singkat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” terang mantan Camat Turi tersebut.

Yunan menjelaskan, dengan jadwal pertandingan yang padat itu, pemain pemain harus menjaga kondisi agar tetap bermain maksimal selama pertandingan. ‘’Pemain harus bisa melupakan kekalahan, tapi juga harus bisa bermain baik dan menang pada pertandingan berikutnya,’’ tandasnya.

Sementara Nil Maizar mengatakan, hasil pertandingan memang kurang bagus. Namun kesalahan karena tidak fokus dan kelengahan dari pemain. Evaluasi ke depan tetap konsisten dan bertekad meraih poin di laga home. “Alex ada cedera di pundaknya, jadi kita pastikan dulu setelah ini bisa memperkuat saat lawan Bhayangkara atau tidak,” tuturnya.

(bj/rka/feb/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia