Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Tidak Ada Hajatan, Penjualan Lesu

25 September 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HARGA TURUN: Penjual bumbu dapur di Pasar Sidoharjo, Lamongan.

HARGA TURUN: Penjual bumbu dapur di Pasar Sidoharjo, Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Harga beberapa bumbu dapur menurun. Salah satunya, cabai rawit.

Rusmi, salah satu penjual prancangan di Pasar Sidoharjo, Lamongan, menuturkan, bulan lalu harga cabai tembus Rp 100 ribu per kilogram (kg). Setelah mengalami penurunan harga setiap minggu, sekarang cabai rawit hanya dijual Rp 45 ribu per kg.

‘’Harganya turun karena penjualan juga lesu,” ujarnya.

Jika bulan lalu dalam sehari bisa menjual hampir 15 kg cabai rawit, maka kini hanya maksimal 10 kg. Karena tidak ada hajatan, maka penjualan mengandalkan permintaan dari pelanggan saja.

Dia justru lebih senang apabila harga cabai tinggi dan diimbangi kebutuhan pasar yang tinggi pula. Menurut Rusmi, bila kebutuhan tinggi, maka tengkulak sengaja menaikkan harga.

Penjual lainnya, Maskamah, menjelaskan, harga cabai hijau kini Rp 25 ribu per kg. Sebelumnya, Rp 45 ribu per kg. Harga bumbu dapur lainnya seperti bawang merah juga turun, Rp 45 ribu per kg menjadi Rp 20 ribu per kg.

Maskamah mengatakan, pedagang banyak menerima pasokan cabai dari Mojokerto. Suplai tinggi tersebut membuat stok sangat aman dan harga turun. “Turunnya bertahap, sehingga penjual juga tidak berani menyimpan stok terlalu banyak karena beresiko,” jelasnya.

Sementara itu, Dadang, penjual pentol pedas, merasa senang harga cabai rawit turun. Jika harga cabai tinggi, maka otomatis harga penjualan pentol ikut naik. “Kalau dikurangi jumlah cabai atau menggantinya dengan merica konsumen akan komplain,” ujarnya. (rka/yan)

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia