Kamis, 12 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Hindari Motor, Truk PMK Terguling

25 September 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERGULING: Truk PMK yang mengalami kecelakaan di wilayah pantura kemarin.

TERGULING: Truk PMK yang mengalami kecelakaan di wilayah pantura kemarin. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

PACIRAN, Radar Lamongan –  Rumah milik Mufti, 60, warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, akhirnya tidak tertolong. Truk PMK yang diharapkan segera datang untuk memadamkan kebakaran rumah tersebut, mengalami kecelakaan.

Truk terguling di jalan deandles. Tepatnya di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, kemarin sore (24/9). ‘’Truk PMK itu terguling setelah menghindari sepeda motor yang ada di depannya,’’ kata Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo.

Menurut dia, truk PMK itu berpenumpang sembilan orang.  Truk S 8125 JP yang dikemudikan Naufikul Khoiri, 35, tersebut melaju dari timur.

Beberapa saat kemudian, truk mendekati motor yang dikendarai anak – anak. Dibuntuti, motor itu tak kunjung berbelok atau menepi. Sopir kemudian mencoba membanting setir ke kanan.  Namun, akibatnya fatal. Truk oleng, kemudian terbalik.

‘’Pastinya oleng kalau membanting setir. Karena truk bermuatan air penuh sama halnya kedorong,’’ jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas PMK yang ada di truk itu hanya terluka dan menjalani perawatan di RS ARSY Paciran.

Naufikul Khoiri terluka robek tangan dan ibu jari. Penumpang lainnya, Arif Putra, 23, terluka nyeri pada pinggang. Ahmad Nurudin, 31, mengalami nyeri paha kiri; Totok Sulistianto, 28, dan Tamam Muarifin, 38, terluka lecet tangan kanan. Sedangkan Aris Setiawan, 30; Ahmad Fanani, 38; dan Abdul Latif, 36;  juga mengalami lecet tangan. Sementara M Misbahydin, 28, mengalami nyeri punggung dan sesak napas.

‘’Tak ada koban jiwa. Hanya mengalami luka lecet saja. Bisa jadi semua korban tak sampai menjalani rawat inap,’’ ujarnya.

Kapolsek Brondong, Iptu Rasman, mengatakan, kebakaran itu berawal saat korban mendengar suara percikan api di atap. Namun, korban  membiarkan dan melanjutkan tidur.

Beberapa saat kemudian, salah satu anak korban mengetahui bagian atas rumah terbakar. Dia membangunkan ibunya.

‘’Api berasal dari korsleting listrik di atap hingga percikan api,’’ katanya.

‘’Rumah tidak bisa diselamatkan. Setelah dua jam kemudian, api baru bisa dipadamkan,’’ imbuhnya.

Menurut Kapolsek, di rumah tersebut terdapat beberapa barang berharga. Di antaranya, dua motor, satu sepeda, lima mesin jahit, 20 gram emas, dan uang Rp 10 juta. ‘’Total kerugian atas kejadian tersebut sebanyak Rp 250 juta,’’ jelasnya.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia