Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Gelandangan Tewas di Mobil Dinsos

24 September 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

IDENTIFIKASI: Tim Inafis Satreskrim Polres Tuban saat olah tempat kejadian perkara di mobil Dinsos P3A Tuban kemarin (23/9).

IDENTIFIKASI: Tim Inafis Satreskrim Polres Tuban saat olah tempat kejadian perkara di mobil Dinsos P3A Tuban kemarin (23/9). (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Sempat dikira kabur sesaat setelah diamankan, Afifah, 50, gelandangan yang diamankan di kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban kemarin (23/9) sekitar pukul 08.30 ditemukan tewas di dalam mobil operasional dinas setempat.

Dugaan sementara, wanita asal Desa Brondong, Kecamatan Paciran, Lamongan tersebut kehabisan oksigen saat bersembunyi di dalam mobil tersebut sejak Sabtu (23/9) atau sekitar tiga hari.

Kasus tersebut berawal dari laporan warga di kawasan perumahan Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban kepada petugas Polsek Tuban. Laporannya, terkait aktivitas Afifah yang sepekan mondar-mandir di lingkungan setempat.

Setelah diamankan, polisi menyerahkan wanita tersebut ke kantor Dinsos P3A Tuban, Jalan Wahidin Sudirohusodo. Di kantor ini, Afifah diamankan di ruang menyusui. Pertimbangannya, ruang rehabilitasi tengah direhab.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Tuban Minto Ichtiar menjelaskan, sesaat setelah diamankan di ruang menyusui, petugas dinsos langsung memandikan yang bersangkutan. Selanjutnya, petugas menghubungi keluarganya di Desa Brondong, Kecamatan Paciran terkait proses pemulangan. Di luar dugaan, keluarga Afifah menolak dan tidak mengakuinya sebagai keluarga.

Karena tidak diakui, lanjut Minto, korban ditampung di kantor dinsos. Sesaat setelah diisolir di ruang menyusui, Afifah diketahui menghilang dari ruang tersebut. Awalnya, petugas dinsos mengira tunawisma tersebut kabur. Itu setelah pencarian terhadap  yang bersangkutan tidak membuahkan hasil. ‘’Kami sudah cari di jalan-jalan, tapi tidak ada. Ternyata tadi pagi ditemukan meninggal di mobil (dinas),’’ terang dia.

Afifah bersembunyi di jok depan mobil Isuzu Panther setelah masuk melalui pintu kiri yang tidak terkunci. Setelah berada di dalam, dia diduga tak bisa membuka pintu mobil. Karena tiga hari berada di dalam ruang tertutup, kemungkinan dia kehabisan oksigen. ‘’Penyebab meninggalnya menunggu keterangan pihak kepolisian,’’ tegas Minto.

Kapolsek Tuban Iptu M. Geng Wahono mengatakan, wanita tersebut diindikasi mengalami gangguan jiwa. Dia memerkirakan korban meninggal karena kelalaian petugas dinsos. Berdasarkan rekaman camera closed circuit television (CCTV), perempuan tersebut masuk mobil yang tak terkunci pada Sabtu (23/9) sekitar pukul 12.21. ‘’Setelah beberapa menit di dalam mobil, terlihat korban gedor-gedor kaca mobil dan ingin keluar, tapi tidak bisa,’’ terang dia.

Penemuan jasad Afifah berawal dari  bau busuk yang menyengat di lingkungan kantor setempat kemarin pagi. Setelah dicari, sumber baunya diketahui berasal dari dalam mobil. Setelah dilaporkan ke Polsek Tuban, jenazah tunawisma tersebut dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk diotopsi.

(bj/yud/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia