Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Lamidi: Yang Konvoi Bukan Jajaran PSHT

23 September 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BENTUK TANGGUNG JAWAB: Pengurus PSHT Tuban memperbaiki warung dan sejumlah sepeda motor yang rusak akibat sasaran massa di Dusun Koro, Desa Pongpongan kemarin (22/9).

BENTUK TANGGUNG JAWAB: Pengurus PSHT Tuban memperbaiki warung dan sejumlah sepeda motor yang rusak akibat sasaran massa di Dusun Koro, Desa Pongpongan kemarin (22/9). (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tuban mengeluarkan statemen resmi terkait insiden pengerusakan warung dan sejumlah sepeda motor di Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Sabtu (21/9) dini hari.  

Ketua PSHT Cabang Tuban Lamidi dalam keterangan tertulisnya yang ditujukan kepada media, menyatakan, pengurus PSHT telah melakukan investigasi internal atas peristiwa tersebut. Hasilnya, konvoi sepeda motor pada momen pengesahan warga baru bukan bagian dari jajaran PSHT.

Pasukan Pengamanan Persaudaraan Setia Hati Terate (Pamter) sudah ditugaskan melakukan pengamanan di lapangan dan bersinergi dengan pihak terkait.

Menurut dia, sebelum bentrokan, terlebih dahulu ada pemicu yang memancing massa. ''Sebagai bentuk tanggung jawab, pengurus PSHT menanggung perbaikan warung dan sepeda motor akibat pengerusakan,'' tegas dia.

Lamidi menegaskan, sebelumnya pengurus PSHT sudah mengimbau kepada seluruh anggota PSHT untuk tidak melakukan konvoi. ‘’Kami atas nama pengurus cabang Tuban mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tuban bahwa pada acara pengesahan warga baru, ada anggota PSHT membuat sikap yang kurang berkenan,'' tegas dia.

Pernyataan ''panglima tertinggi'' PSHT di Tuban tersebut kemarin (22/9) langsung direalisasikan. Puluhan pengurus PSHT turun di lokasi kejadian untuk bergotong royong memperbaiki warung dan sejumlah sepeda motor yang menjadi sasaran amuk massa tersebut. ‘’Pagi ini (kemarin, Red), warung yang rusak sudah diperbaiki,’’ kata Sekretaris Pengurus Cabang PSHT Tuban Wanardi kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Ditegaskan dia, perbaikan warung dan sepeda motor merupakan bentuk tanggung jawab dan empati PSHT atas dampak kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

Sementara itu, Rustamaji, pengurus lain PSHT Tuban menambahkan, perguruan silatnya mendidik manusia agar berbudi luhur, tahu benar-salah, dan berjiwa besar suka memayu hayune bawono.

Dia optimistis, ke depan oknum tersebut akan bisa menjalankan ajaran PSHT dengan benar dan tidak membuat susah lainnya. ''Apa pun, mereka adalah saudara kita dan kita akan terus mendidik tanpa kenal lelah, walau mereka ora sanak ora kadang (bukan sanak saudara, Red.),'' kata Rustaji mengutip jiwa tanggung jawab, saling asah-asih dan asuh perguruan silatnya.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia