Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Mengagetkan, Tak Berpotensi Tsunami

Dua Kali Gempa di Utara Tuban

20 September 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PANTAU: Pegawai BMKG Tuban menganalisis aktivitas subduksi yang memicu gempa di Laut Jawa.

PANTAU: Pegawai BMKG Tuban menganalisis aktivitas subduksi yang memicu gempa di Laut Jawa. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Kurang dari 30 menit gempa dua kali mengguncang Laut Jawa kemarin (19/9) sekitar pukul 14.06. Posisinya di tengah laut pada  kedalaman 623 kilometer (km). Persisnya 75 km arah timur laut Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

Dalam siaran persnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyampaikan gempa pertama bermagnitudo 5,6 skala Richter (SR) terjadi pukul 14.06. Guncangan kedua pukul 14.31 atau selisih 25 menit.

Menurut dia, episenter atau titik gempa pertama terjadi di koordinat 6,1 lintang selatang (LS) dan 111,86 bentang timur (BT). Episenter kedua terletak pada koordinat 6,24 LS dan 111,84 BT. ''Gempa ini akibat aktivitas subduksi. Berdasarkan hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun,'' terang dia. Meski sempat menggegerkan jagat maya masyarakat Tuban, BMKG mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena gempa tidak berpotensi tsunami.

Sampai berita ini diturunkan kemarin sore sekitar pukul 19.00, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BMKG Tuban Desindra Dedi Kurniawan mengatakan, gempa kedua paling terasa. Getarannya 3 modified mercalli intensity (MMI). Getaran ini bisa dirasakan nyata di dalam rumah. ‘’Getarannya seperti saat truk melintas. Meja dan kursi sempat goyang,’’ katanya.
Akibat getaran gempa yang cukup bisa dirasakan tersebut, sejumlah pegawai BMKG Tuban pun sempat berlari berhamburan keluar kantor. Mereka menyelamatkan diri dan khawatir terjadi gempa susulan. ‘’Kita sempat keluar. Karena meja dan kursi ikut bergoyang,’’ ujar dia bersyukur karena tidak ada gempa susulan lagi.

Terkait gempa di wilayah Bumi Wali, dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website dan media sosial (medsos) resmi instansinya. ‘’Setiap ada laporan susulan akan selalu kami update. Jadi jangan percaya kabar-kabar liar yang meresahkan,’’ imbaunya.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sebagian besar masyarakat di sepanjang wilayah pesisir pantai utara (pantura) tak merasakan gempa. ''Saya dan teman-teman sekantor sama sekali tak merasakan,'' ujar Camat Jenu M. Maftuchin Riza.

Setahu dirinya, kata dia, gempa tidak terasa di seluruh wilayah Jenu. Meski demikian, Riza, panggilan akrabnya tetap meminta seluruh kepala desa yang wilayahnya di sepanjang pantai untuk memantau kondisi nelayan yang tengah melaut.  

Kondisi yang sama juga dialami warga di Kecamatan Tambakboyo yang juga di pesisir pantai. ''Seharian saya di rumah tidak merasakan apa-apa,'' ujar Sulkan, warga Desa Pabeyan, kecamatan setempat.

BMKG memperkirakan gempa bumi tidak hanya terasa di Tuban, namun juga di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Trenggalek, Surabaya, dan Bandung. (yud/ds)

(bj/yud/ds/yan/can/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia