alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Duga Ada Kotak Suara Ilegal, Datangi Kantor Kecamatan

19 September 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KECEWA PELAKSANAAN PILKADES: Pendukung salah satu cakades Gedangan, Deny Vernando, di balai kantor Kecamatan Sukodadi kemarin (18/9).

KECEWA PELAKSANAAN PILKADES: Pendukung salah satu cakades Gedangan, Deny Vernando, di balai kantor Kecamatan Sukodadi kemarin (18/9). (INDRA GUNAWAN/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

SUKODADI, Radar Lamongan – Atmosfer persaingan pilkades belum mereda. Puluhan warga Desa Gedangan mendatangi kantor Kecamatan Sukodadi, kemarin (18/9). Mereka yang mengklaim pendukung cakades Gedangan nomor urut 1, Deny Vernando, itu membentangkan banner. Tulisannya, ‘’Usut Tuntas Semua Kecurangan Pilkades Gedangan, Penjarakan’’. 

‘’Ada dugaan kecurangan dan ada banyak saksi yang mengetahui. Ini mencederai rakyat gedangan dan mendolimi kita semua,’’ tuding, Abdul Manan, salah satu pendukung Deny, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (18/9).

Dia menduga pantia Pilkades Gedangan memasukkan kotak ilegal, yang menggelembungkan suara untuk memenangkan calon nomor dua. ‘’Semuanya akan saya tuntut lewat jalur hukum,’’ klaimnya.

Warga Desa Gedangan lainnya, Barum, menjelaskan, Deny Fernando mendapatkan 1.070 suara dan cakades nomor urut 2 mendapatkan 1.201 suara. Menurut dia, dugaan kecurangan dilakukan pada penghitungan suara di Dusun Gempol. Pria paro baya itu menjelaskan, pertama ada dua kotak yang disediakan, A dan B. Setelah istirahat, ternyata terdapat kotak C.

‘’Setelah itu yang mulai dihitung kotak C, isinya ada sekitar 817 suara. Anehnya yang kotak A kosong dan B hanya terdapat tiga unit surat suara,’’ tutur pria 62 tahun tersebut.

‘’Isi kotak A dan kotak B, gak tahu ditumpahkan atau dibuang. Panitia tidak bisa membuktikan kelebihan suara malam itu,’’ imbuh warga Desa Gedangan lainnya, Sariyono. 

Camat Sukodadi, Arifin, menuturkan, kedatangan warga Desa Gedangan bukan untuk demo. Namun, menyerahkan berkas surat keberatan atas keputusan Pilkades Gedangan.

‘’Selanjutnya saya akan mempelajari dan menyerahkan pada tim kabupaten,’’ katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Lamongan, M Kowi menuturkan, pihaknya bakal menyerahkan kepada Panitia Pilkades Gedangan dan Timwas Kecamatan Sukodadi. Dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait adanya dugaan penggelembungan suara.

‘’Akan kita koordinasikan dan komunikasikan terkait hal itu,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia