Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Jurusan Bojonegoro-Ngawi

Sudah Layak Diubah Bus Besar

19 September 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BUS KECIL: Bus jurusan Bojonegoro-Ngawi mangkal di Terminal Rajekwesi. Ada usulan diganti bus besar.

BUS KECIL: Bus jurusan Bojonegoro-Ngawi mangkal di Terminal Rajekwesi. Ada usulan diganti bus besar. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Usulan bus jurusan Bojonegoro-Ngawi diganti bus besar mendapat respons positif sejumlah pihak. Namun, usulan dari UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro ini harus mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai penyesuaian trayek, kondisi jalan, hingga ketertiban perusahaan otobus (PO) yang beroperasi.

’’Mendukung usulan ini (diganti bus besar) agar lebih nyaman. Sekaligus membuka akses Bojonegoro menuju ke Ngawi atau daerah sekitarnya,’’ kata Praja, salah satu warga Kecamatan Kota yang bekerja di Madiun kemarin (18/9).

Menurut dia, jalan menuju Ngawi juga sudah bagus, sehingga bus besar sudah layak. Bahkan, adanya bus kecil, dia kadang mengendarai motor dari Bojonegoro ke Ngawi dan Madiun. Tentu, karena memilih nyaman dan tidak berdesakan.

’’Kalau naik bus (Bojonegoro ke Ngawi) sekitar 2,5 jam sampai 3 jam,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bojonegoro Suyanto mengatakan, sesuai peraturan jurusan Bojonegoro-Ngawi harus menggunakan bus kecil. Dengan kapasitas tempat duduk sekitar 30 penumpang. Dan ada dua PO yang beroperasi, yaitu Gunung Mas dan Cendana. Dengan 20 armada bus beroperasi setiap harinya.

Dia mengatakan, bisa saja ada perubahan peraturan melihat kondisi Jalan Bojonegoro-Ngawi saat ini sedang diperlebar dan diperbaiki. Misalnya bus kecil diganti bus besar. Namun, perubahan peraturan sepenuhnya merupakan kewenangan dinas perhubungan (dishub).

’’Jika diberlakukan bus besar saya rasa mau saja. Tidak masalah. Karena bisa mendapat penumpang lebih. Misalnya bisa menarik penumpang anak kuliah menuju Solo atau Jogjakarta. Jika diberlakukan bisa menaiki bus jurusan Ngawi. Karena bus Bojonegoro tujuan Jogja tidak ada,’’ jelasnya.

Selama ini, kebijakan ukuran bus jurusan Ngawi, Tuban, dan Jatirogo sama. Hanya, beberapa ada yang melanggar kebijakan. Saat ini diberlakukan kebijakan panjang bus maksimal lima meter. Namun, beberapa oknum menambahkan panjang bus menjadi 7 meter. Sehingga bisa mengangkut penumpang lebih banyak sekitar 30 orang lebih.

Suyanto mengatakan, memang ada dampak positif dan negatif akan dirasakan jika perubahan ukuran bus benar-benar diberlakukan. Salah satu dampak negatifnya akan ada penarikan biaya jalan berbeda antara bus besar dan bus kecil. Atau perubahan ukuran bus dapat menyebabkan kerusakan jalan.

Karena menurutnya, selama ini pihak bus bisa mengangkut penumpang lebih pada kapasitasnya.

Dia melanjutkan, jika usulan perubahan bus diberlakukan, perlu diperhatikan bus dikeluarkan dari kota mana. Suyanto mencontohkan, jika bus dikeluarkan oleh Bojonegoro perlu ada pengujian kelayakan kendaraan di Bojonegoro. Sebaliknya, jika bus dikeluarkan dari Kabupaten Ngawi, perlu ada pengujian kelayakan kendaraan di Ngawi.

’’Itu tergantung kebijakan masing-masing daerah seperti apa,’’ katanya.

(bj/cs /rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia