Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Usulkan Bus Besar Jurusan Bojonegoro-Ngawi

18 September 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TIGA JAMA: Bus jurusan Bojonegoro menuju Ngawi beroperasi menggunakan bus kecil.

TIGA JAMA: Bus jurusan Bojonegoro menuju Ngawi beroperasi menggunakan bus kecil. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Skema baru akan diterapkan jalur transportasi bus jurusan Bojonegoro-Ngawi. Kendaraan umum jurusan Bojonegoro-Ngawi itu akan diusulkan bus besar. Selama ini, trayek jurusan antarkota dalam provinsi (AKDP) ini bus kecil.

Usulan ini karena perjalanan menuju Kabupaten Ngawi tidak sebentar. Sekitar tiga jam. Termasuk jalan Bojonegoro-Ngawi juga sudah lebar. Apalagi, di Kabupaten Ngawi juga ada exit tol (pintu keluar) Surabaya-Solo.

Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, sudah mengusulkan dengan pengusaha bus terkait ini. Selama ini bus beroperasi menggunakan bus kecil. Sementara perjalanan menuju Ngawi tidak sebentar. Sekitar tiga jam perjalanan.

‘’Kalau diberi bus AKAP Bojonegoro jurusan Padangan, Ngawi, dan Solo, saya kira lebih ramai. Jalan Kecamatan Padangan menuju Ngawi sudah lebar. Diberi bus besar. Tidak lagi bus kecil,’’ ujarnya kemarin (17/9).

Sementara itu, rencana ini juga belum sepenuhnya diketahui awak bus. Terpisah, salah satu mandor (juru mengatur keberangkatan) bus jurusan Bojonegoro-Ngawi tidak ingin disebutkan namanya menyatakan ketidaksetujuannya mengenai pergantian bus kecil menjadi bus besar.

Sambil menghitung uang, dia mengatakan tidak akan menerima jika bus kecil jurusan Ngawi diubah menjadi bus besar. ‘’Nggak nututi kalau diganti bus besar. Bus kecil saja awut-awutan gini,’’ ucapnya ditemui di utara Terminal Rajekwesi kemarin sore.

Sementara itu, ada dua perusahaan otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) yang mengajukan penambahan trayek. Meliputi jurusan Bojonegoro tujuan Bali dan Bojonegoro tujuan Bogor.

‘’Memang ada dua PO yang meminta izin masuk ke sini (Terminal Rajekwesi, Red). Kalau memang surat jalan sudah terbit dari Kementerian Perhubungan akan ada penambahan trayek baru tahun depan,’’ ujar Sentot Sugeng Waluyo

Sedangkan, bus antarkota dalam provinsi (AKDP) belum ada penambahan. Sentot menjelaskan, setiap ada penambahan AKDP harus ada laporan ke pemerintah provinsi baru diturunkan ke daerah.

Total jumlah bus AKAP ada 94 armada. Dengan jurusan Jakarta, Bandung, Bali, Purwodadi, dan Cepu. Sementara jumlah kedatangan penumpang bus baik AKAP maupun AKDP dalam sehari di Terminal Rajekwesi biasa mencapai 1.650. Sementara keberangkatan mencapai 1.500 penumpang. Sementara penumpang ramai biasanya Sabtu atau Minggu sekitar 2.000 penumpang.

(bj/cs /rij/yan/cho/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia