Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment
2 Persipura vs Persela 0

Terjerembab ke Zona Degradasi

16 September 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BEKERJA KERAS:  Kei Hirose dikawal ketat pemain Persipura Jayapura. Namun pemain Persela asal Jepang itu tetap bisa bermain spartan. Tapi sayang timnya tetap kalah.

BEKERJA KERAS: Kei Hirose dikawal ketat pemain Persipura Jayapura. Namun pemain Persela asal Jepang itu tetap bisa bermain spartan. Tapi sayang timnya tetap kalah. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela mengawali putaran kedua Liga 1 dengan hasil buruk. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu takluk dari Persipura Jayapura dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin sore (15/9). Dua gol tuan rumah dilesakkan Titus Bonai di menit ke-40 dan 79. Kekalahan itu sekaligus menghantarkan tim berkaus kebesaran biru muda itu terjerembab di zona degradasi klasemen sementara Liga 1 tahun ini. Sebab Persija, yang menjadi kompetitor Persela menang atas PSIS Semarang dengan skor 2-1. 

’’Hari ini (kemarin sore, Red), kita kalah 2-0. Nanti akan kita pelajari, kita evaluasi, karena besok Jumat (20/9) kita sudah harus melawan Arema FC,’’ kata Head Coach Persela Nil Maizar usai pertandingan. 

Absennya Alex Dos Santos Goncalves membuat Head Coach Persela menunjuk M. Ridwan sebagai ujung tombak. Skuad Persela sebenarnya tampil cukup agresif sejak wasit Faulur Rosy meniup peluit tanda dimulainya permainan. Namun para pemain Persela sulit menembus barisan pertahanan Persela. ’’Ya, tanpa Alex kekuatan tim berkurang 20 persen. Karena dia top scorer dan dia bisa memainkan bola. Ridwan tidak bisa. Ya, inilah problem Persela Lamongan,’’ terang pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut. 

Bahkan skuad Mutiara Hitam - julukan Persipura mampu melakukan counter attack. Persipura membuka peluang pertama servis tendangan bebas di menit ke-13. Untungnya sundulan Ribeiro masih melambung. Selanjutnya giliran Samassa Mahamadou memiliki peluang emas di menit ke-19. Namun, Dian Agus dengan sigap menggagalkan tendangan Samassa dengan kakinya. 

Persela juga memiliki peluang emas. Peluang pertama di menit ke-25. Tendangan Ridwan mampu ditepis kiper Persipura Dede Sulaiman. Bola muntah disambar Delvin Rumbino. Tendangan keras gelandang berdarah Papua itu membentur mistar gawang Persipura. Dewi fortuna kembali menaungi Persipura di menit ke-32. Rafinha mampu merangsek ke sisi kanan pertahanan Persipura. Namun tendangannya masih membentur kaki Dede Sulaiman dan membentur mistar gawang.

Kapten Tim Persela Eky Taufik Febriyanto menyayangkan kekalahan yang dialami timnya, sebab Persela sebenarnya memiliki banyak peluang tapi tak bisa dimanfaatkan menjadi gol. 

’’Sebenarnya tadi kita mempunyai banyak peluang di babak pertama. Kita banyak menguasai permainan. Ya inilah sepak bola,’’ ujar Eky saat post match conference. 

Penggawa Persela kehilangan konsentrasi di menit akhir pertandingan babak pertama. Berawal dari skrimit di depan gawang Persela, Titus Bonai tanpa pengawalan dengan mudah mencetak gol di menit ke-40. Skor 1-0 untuk Persipura menutup laga di babak pertama. 

’’Menatap pertandingan lawan Arema, kita harus lebih bagus lagi,’’ ucap pemain berposisi bek kiri tersebut. 

Baru dua menit pertandingan babak kedua, Demerson Bruno Costa terpaksa ditarik keluar karena cedera. Stoper berpaspor Brasil itu digantikan Arif Satria. Permainan penggawa Persela tak se-agresif di babak pertama. Beberapa kali, Persipura mampu menciptakan peluang emas. Titus Bonai mampu melesakkan gol di menit ke-79. Skor 2-0 untuk Persipura bertahan hingga wasit Faulur Rosy meniup peluit akhir laga.

Sementara itu, Head Coach Persipura Jacksen F Thiago bersyukur atas kemenangan timnya. 

’’Bersyukur kita bisa memetik kemenangan. Meskipun kita tidak menampilkan kemampuan terbaik dan banyak membuang momen di pertandingan ini,’’ ujar pelatih kelahiran Brasil tersebut. 

Jacksen mengakui jika permainan Persela lebih bagus dibanding timnya. Namun, dia memberikan apresiasi kepada pemainnya karena mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol. Sebab, diakuinya, tidak mudah menghadapi situasi permainan tim di bawah top perform. ’’Saya akui bahwa Persela lebih bagus dari kita. Kita harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemain kita. Karena mampu memahami perencanaan tim pelatih,’’ pungkasnya.

(bj/ind/feb/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia