Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Features
Juara Nasional Atlet Karate Kyokushinkai

Sempat Tidak Dapat Dukungan dari Sekolah

Oleh: M. MAHFUDZ MUNTAHA

16 September 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PETARUNG: Akbar bersama dengan Supriyono di Dojo Kyokushinkai Ngawen membawa piala dari kejuaraan di Jakarta.

PETARUNG: Akbar bersama dengan Supriyono di Dojo Kyokushinkai Ngawen membawa piala dari kejuaraan di Jakarta. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/JAWA POS RADAR BLORA)

Share this      

KARATE kyokushinkai menjadi pilihan Gianlucha Firman Akbar berolahraga. Belajar bela diri sejak 4 tahun lalu. Prestasinya meningkat dengan meraih medali. Kini, berharap kejurnas di Kalimantan.

Suara pukulan terdengar dari rumah bercat putih di Desa Sukololo, Kecamatan Ngawen, Blora. Di dalam rumah itu tampak beberapa anak berbaju putih melakukan latihan tendang dan pukulan. Rumah inilah sebagai Dojo Karate Kyokushinkai di Blora.

Sangat menarik perhatian, seorang anak berambut cepak dilatih oleh orang dewasa berkaus hitam. Dialah Gianlucha Firman Akbar. Menyadari kedatangan wartawan koran ini, pelatih pemuda tersebut menghentikan latihan. Akbar, sapaannya, bersama pelatihnya, Supriyono, menyapa.

Akbar sudah beberapa kali mendapatkan juara. Terbaru, kejuaraan Piala bergilir Nardi T. Nirwanto S. A. Memorial Cup VI 2019 di GOR Bulungan Jakarta Selatan 30 Agustus lalu. Atlet berusia 15 tahun ini membawa pulang satu medali emas di junior di kelas 13 kilogram.

’’Saat itu saya di junior putra,’’ ujarnya dengan santai.

Hasil ini salah satu perolehan paling gemilang. Sejak dia belajar empat tahun lalu, atau saat dirinya masih kelas 5 SD hingga sekarang kelas 8 SMPN 1 Ngawen. Sebelumnya, mengikuti kejuaraan di Malang pada 2018. Dia hanya juara tiga. Semakin gigih berlatih, akhirnya kejuaraan di Semarang 7 Maret 2019, Akbar mendapatkan juara dua.

Perolehan juara di semua kejuaraan itu karena kerja keras Akbar selama ini. Dia memulai ikut karate atas keinginan dirinya sendiri. ’’Karena pengin,’’ ujarnya dengan singkat.

Akbar semakin berlatih, juga didukung orang tuanya. Kebetulan pelatihnya adalah pamannya sendiri. Dan dojo (tempat berlatih) juga dekat dengan rumahnya. Sehingga, seminggu dia berlatih dua kali. Setelah mendapatkan juara Agustus lalu, Akbar bersiap menghadapi kejuaraan antarpelajar.

Supriyono, pelatih yang mendampinginya mengatakan,  Akbar ini anak tidak terlalu banyak bicara. ’’Anaknya selalu luar biasa. Hanya pendiam,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Meski pendiam, menurutnya, Akbar adalah atlet karate pekerja keras tanpa kenal lelah. ’’Semangatnya juga luar biasa. Tiga kejuaraan, ketiganya bisa meraih prestasi,’’ imbuhnya.

Meski berprestasi di karate, Akbar bukan tanpa hambatan dalam melangkah. Sempat, menurut Supriyono, atletnya selama ini tidak mendapatkan dukungan dari sekolahnya. ’’Pihak sekolah nggak peduli. Padahal tiap kejuaraan, kami sudah izin ke sekolahnya,’’ keluhnya.

Bahkan, dia mengeluh setahun lalu saat ikut kejuaraan dan sulit minta izin dari sekolah. Padahal, hanya memintakan izin. Meski begitu, tidak mengubur keinginannya untuk membuat Akbar terus menjadi atlet tangguh hingga tingkat nasional. ’’Bila memungkikan tahun depan akan saya berangkatkan lagi kejurnas di Kalimantan,’’ ungkap dia.

(bj/fud/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia