Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Retribusi Parkir Capai Rp 5 M

15 September 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Pendapatan retribusi parkir di tepi jalan umum di Bojonegoro menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Hingga Agustus, pendapatan dari sektor parkir sudah menembus angka Rp 5,03 miliar.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Bojonegoro Dilli Tri Wibowo mengatakan, tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir mencapai Rp 7,8 miliar. Dari target tersebut tercapai 64,5 persen.

Dilli optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun ini. Sebab, sisa waktu masih sekitar empat bulan lagi. Masih cukup lama untuk menyetorkan target PAD.

Retribusi parkir yang masuk ke kantong pemerintah daerah tersebut berasal dari pendapatan parkir di tepi jalan umum. Mulai sekitar alun-alun hingga sejumlah jalan protokol. Pemasukan tersebut tidak termasuk parkir tepi jalan sekitar Pasar Bojonegoro yang merupakan kawasan khusus. Begitu juga parkir di swalayan yang termasuk kawasan khusus. ‘’Itu hitungannya lain,’’ ujar dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adi Witjaksono mengatakan, institusinya terus melakukan penataan parkir di tepi jalan. Termasuk penataan rambunya.

Dikatakan mantan kepala dinas sosial (dinsos) setempat itu, penataan rambu parkir sangat urgen. Itu karena sejumlah rambu tidak sesuai. Tempat yang seharusnya membutuhkan parkir justru dipasag rambu larangan parkir. ‘’Itu yang akan kita tata ulang,’’ tegas dia.

Adi menjelaskan, parkir di tepi jalan umum yang ditarik retribusi hanya kendaraan plat nomor luar daerah. Sementara kendaraan dengan pelat nomor Bojonegoro tidak dikenakan biaya. Sebab, mereka sudah membayar parkir berlangganan. ‘’Masyarakat harus mengetahui itu,’’ tandas dia.

Di setiap kesempatan, Adi selalu mengingatkan hal itu kepada masyarakat. Masyakat bisa langsung menolak jika ada petugas parkir yang meminta biaya pada kendaraan berplat nomor Bojonegoro.

Sebelumnya, DPRD pernah merekomendasikan pencabutan parkir berlangganan. Pemicunya, masih sering dijumpai petugas parkir menarik retribusi pada kendaraan plat Bojonegoro. Namun, dishub masih mengkaji ulang usulan itu.

(bj/zim/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia