Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon-featured
Advertorial

Tutup Porprov 2019 dengan Bonus Berlipat

14 September 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

APREASI YANG BERPRESTASI: Bupati Fadeli didampingi Ketua KONI Lamongan, Djanadi, memberikan bonus kepada atlet dan pelatih yang mendapatkan juara pada even Porprov 2019.

APREASI YANG BERPRESTASI: Bupati Fadeli didampingi Ketua KONI Lamongan, Djanadi, memberikan bonus kepada atlet dan pelatih yang mendapatkan juara pada even Porprov 2019. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

PEMKAB Lamongan memberikan bonus Rp 894.500.000. Bonus ini diberikan kepada atlet dan pelatih yang berhasil menyumbang medali bagi Lamongan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur, Juli lalu.

Ketua Umum KONI Lamongan, Djanadi, mengatakan, bonus ini diberikan kepada atlet dan pelatih berprestasi. Setiap atlet peraih medali emas diberikan uang Rp 20 juta. Sedangkan peraih medali perak Rp 15 juta, dan pengoleksi medali perunggu Rp 10 juta.

Sedangkan pelatih yang atletnya meraih medali, mendapatkan bonus 30 persen dari total bonus yang diterima atlet. “Bonus ini bentuk apresiasi pemkab bagi atlet yang sudah menambah medali untuk Lamongan,” katanya dalam acara penutupan Porprov 2019 di Pendapa Lokatantra Pemkab Lamongan kemarin (13/9).

Dia bersyukur pelaksanaan Porprov VI Jatim berjalan lancar. Lamongan sebagai tuan rumah pembukaan dan ada sepuluh cabang olahraga (cabor) yang diselenggarakan di Kota Soto ini.

Menurut Djanadi, prestasi ini harus menjadi penyemangat bagi atlet lain untuk berusaha lebih keras lagi. Apalagi, pelaksanaan porprov diselenggarakan dua tahun lagi. “Kita persiapkan dari sekarang, karena olahraga  bukan soal persiapan lama atau sebentar,” ujarnya.

Ajang bergengsi tingkat provinsi tahun ini memberikan banyak pembelajaran bagi jajaran pengurus dan atlet. Djanadi mengakui pihaknya sedikit lengah. Dia akan mempersiapkan kejuaraan 2021 lebih optimal lagi. Setidaknya sudah ada gambaran untuk membuat program pembinaan. Total 280 atlet yang dimiliki bakal menjadi modal. Dua tahun lagi, mereka masih bisa memperkuat Lamongan.

Namun, penjaringan atlet baru tetap dilakukan. Djanadi mengatakan, evaluasi internal tetap dilakukan. Salah satunya dengan pemilihan cabor dan nomor agar pemetaannya jelas. Yang jelas dipersiapkan lagi nomor cabor yang dikuasai. Juga SDM mumpuni. ‘’Kita diuntungkan karena bulan ini ada kejurda dan kejurprov,” tuturnya.

Guru Besar Unesa Surabaya, Hari Setijono, menuturkan, pendekatan sport science ini harus diutamakan. Meski 80 persen atlet tahun ini masih bisa membela dua tahun ke depan, KONI harus bisa memetakan atlet berprestasi dan bisa dibina. Karena ada empat kunci untuk menghadapi kejuaraan bergengsi ke depan. Yakni fisik, teknik, taktik, dan persiapan.

(bj/*/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia