Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Dampak Sering Nonton Film di Laptop

Bunga Alami Kebutaan Mata Kiri

13 September 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kebiasaan menonton film seri di laptop dengan lampu dipadamkan membawa akibat buruk bagi Bunga, nama samarannya. Sebab, ia harus rela kehilangan sebelah penglihatannya.

Ditemui di kediamannya di Kecamatan Bojonegoro Kota, Rabu (11/9), perempuan 30 tahun ini terlihat seperti orang normal lainnya. Tanpa ada kekurangan sama sekali. Namun, ia adalah pasien ablasio retina. Adanya peradangan atau cedera pada bola mata dan berakibat retina mengalami robekan. Akibatnya, bola mata kirinya tidak berfungsi.

’’Saat ini yang berfungsi hanya bola mata kanan. Sementara yang kiri tidak bisa melihat sama sekali. Gelap total,’’ ucapnya sambil menggerakkan telapak tangannya pada bola mata kirinya.

Ia menceritakan, mengalami ablasio retina karena memiliki riwayat rabun jauh atau miopia di atas lima. Selain itu, kebiasaan bergadang menonton film seri di laptop. Dalam sehari, ia bisa menonton dua sampai tiga film.

Jika malam, terbiasa menonton dalam keadaan lampu kamar padam. Bahkan, mulai tidur ketika azan subuh tiba. ’’Itu saya lakukan saat ngekos sewaktu kuliah. Tanpa pengawasan orang tua. Saya lupa berapa lama saya lakukan kebiasaan itu,’’ keluhnya.

Perempuan alumnus ilmu komputer ini mengatakan, hanya mengingat ketika gejala pertama ablasio retina. Berupa gambar bintik-bintik atau seperti cacing terlihat saat mata terbuka. ’’Pertamanya saya tidak tahu itu penyakit apa. Saya kira hanya kelelahan akibat kurang tidur. Sifatnya kadang muncul, kadang tidak,’’ ujar perempuan berkacamata itu.

Kini, selama delapan tahun ia tidak mendapatkan penglihatan normal. Sudah pupus harapan menjalani operasi. Bunga menceritakan, sudah menjalani dua kali operasi besar bius total. Operasi pertama dilakukan di Surabaya. Sementara operasi kedua di Jakarta.

Setelah dioperasi, menurut Bunga, harus terapi dengan posisi kepala menunduk. Dan dilakukan sesering mungkin. ’’Akibatnya sekarang, bola mata kiri saya jauh lebih sensitif. Jika terkena tekanan sedikit saja langsung memerah,’’ ucapnya.

Akibat kehilangan salah satu penglihatannya, Bunga kesulitan mengendarai motor. Ia mengatakan, saat ini kurang bisa memperkirakan jarak. ’’Contoh kecilnya, air yang saya tuang ke gelas tidak tepat di tengah,’’ kata perempuan berambut lurus terurai itu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Fitri Munira Pitaloka mengatakan, ablasio retina adalah gangguan mata yang terjadi karena lepasnya retina dari struktur mata dan  mengakibatkan kekurangan oksigen pada jaringan mata.

Ia menjelaskan, memang dapat menyebabkan buta sebagian atau total. Sementara, biasanya terjadi pada penderita usia lanjut, penderita kencing manis, atau mengalami cedera mata serius. ’’Ablasio retina merupakan kedaruratan medis harus segera mendapat penanganan,’’ jelasnya.

(bj/cs /rij/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia