Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Kekurangan Ruang Hemodialisa

12 September 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BELUM ADA SEPARO: Pengerjaan gedung RSUD dr Soegiri yang memanfaatkan lahan bekas parkir.

BELUM ADA SEPARO: Pengerjaan gedung RSUD dr Soegiri yang memanfaatkan lahan bekas parkir. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Pembangunan gedung tiga lantai bagian barat RSUD dr Soegiri Lamongan masih 46 persen. Proyek itu ditarget tuntas Desember mendatang.

‘’Targetnya akhir tahun, ada pemeliharaan bangunan selama enam bulan ke depan,” ujar Kabid Gedung dan Pertanahan, Dinas Perumahan Rakyat Lamongan, Yayuk Sri Rahayu.

Menurut dia, RSUD terbagi empat kegiatan pembangunan. Progresnya, secara fisik, gedung C pekerjaan sudah sampai lantai 3. Gedung D masih lantai 1 karena menunggu pembongkaran. Sedangkan gedung A dan B hanya rehab dan sudah masuk finishing.

Dia optimistis tiga proyek tersebut tuntas sesuai jadwal karena tidak ada perubahan desain. Kasubag RSUD dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo Siswoyo, mengatakan, pembangunan sudah diserahkan pada instansi terkait. Gedung baru bekas lahan parkir tiga lantai itu difungsikan untuk perkantoran.

‘’Kalau dari segi kebutuhan pasti mendesak, sehingga lahan bekas parkir itu dirubah menjadi perkantoran dan parkir dialihkan,” tuturnya.

Menurut Budi, kebutuhan paling mendesak ruang hemodialisa. Kebutuhannya sekitar 40 ruang, saat ini baru memiliki 17 tempat tidur. Ruang tersebut hanya untuk cuci darah. Jika perlu rawat inap atau ICU, maka bisa menggunakan ruang umum.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, Taufik Hidayat, menuturkan, untuk segmen tertentu seperi cuci darah dan kemoterapi, masih ada yang ke luar kota.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia