Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Jenis Jawa Harganya Turun, Virginia Stabil

Imbas Tengkulak Madura Tak Membeli Tembakau

12 September 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KOMODITAS KEMARAU: Beberapa petani ketika merajang tembakau sebelum dijemur.

KOMODITAS KEMARAU: Beberapa petani ketika merajang tembakau sebelum dijemur. (MUHAMMAD SUAEB/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro ikut angkat bicara terkait harga tembakau. Sebab, tidak semua jenis tembakau harganya menurun. Hanya tembakau jenis jawa yang harganya turun. Sebaliknya, tembakau virginia dan jenis lainnya, harganya masih stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperta Helmy Elisabeth mengatakan, harga tembakau yang turun itu jenis jawa. Sebab, tidak semua pabrikan menyerap jenis tembakau tersebut. Hanya industri rokok tertentu yang bersedia membelinya.

’’Kalau tembakau jenis jawa pemasarannya terbatas. Beda dengan jenis lainnya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (11/9).

Menurut dia, tahun sebelumnya penjualan tembakau jawa termasuk mudah. Banyak tengkulak dari Madura membeli tembakau tersebut. Namun, khusus tahun ini ada regulasi di Madura tentang pembelian tembakau. Di Pulau Garam tersebut, dilarang membeli tembakau dari luar Madura. Sehingga, saat ini petani Bojonegoro kesulitan menjual tembakau jawa. Sehingga harganya menurun.

Sementara tembakau jawa rejeb yang ditanam petani di Kecamatan Trucuk, harganya tembus Rp 40 ribu per kilogram. Tapi, petani di kecamatan lainnya memilih tidak menanam tembakau jawa rejeb. ’’Kalau tembakau virginia saat ini harganya sekitar Rp 28 ribu sampai Rp 35 ribu per kilogram,’’ jelasnya.

Sebelum musim tanam tembakau, menurut Helmy, sapaannya, instansinya sudah berkoordinasi dengan pabrikan terkait kebutuhan tembakau. Hal itu dianggap penting. Sebab, tembakau itu pasarnya khusus.

Meskipun sudah diinformasikan kebutuhan pabrik yang mayoritas jenis virginia dan tembakau jenis RAM, ternyata masih banyak petani di Kecamatan Sukosewu menanam tembakau jenis jawa. ’’Karena pasar tembakau itu beda dengan komoditas lain. Tidak seperti sawi,’’ tuturnya sambil tersenyum.

Serapan tembakau jenis RAM, kata Helmy, penyerapannya sudah spesifik. Berdasar hasil koordinasi disperta dengan PT Sadana, siap membeli tembakau jenis RAM, dengan jumlah banyak. ’’Sejak awal sudah kemitraan, berapapun pasti dibeli,’’ ujar perempuan juga menjabat kepala dinas sosial ini.

Sementara itu, Sanusi, petani di Kecamatan Sugihwaras mengatakan, tidak pernah mendapatkan pengarahan tentang pemasaran dari pemerintah. Sehingga, menanam tembakau hanya berdasarkan kehendaknya sendiri. ’’Tidak pernah ada pengumuman dari pemerintah,’’ ujarnya.

(bj/msu/rij/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia