Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tindak 2.325 Pelanggar, 47 Motor Disita

12 September 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERAPI: Seorang pengendara menangis usai diajak sugesti melalui hipnotis terkait pelanggaran berlalu lintas di pertigaan Pos Jambean.

TERAPI: Seorang pengendara menangis usai diajak sugesti melalui hipnotis terkait pelanggaran berlalu lintas di pertigaan Pos Jambean. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Total selama 13 hari Operasi Patuh Semeru 2019, Satlantas Polres Bojonegoro telah menindak 2.325 pelanggaran.

Kasatlantas Polres AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, pelanggaran tertinggi masih pengendara roda dua di bawah umur. Dan pengendara tidak memakai helm. Selain itu, ada 47 kendaraan bermotor (ranmor) disita. Di antaranya 46 roda dua (R-2) dan 1 roda empat (R-4).

Aris, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa kesadaran orang tua hingga kini masih belum peka terkait mengizinkan anak di bawah umur berkendara. Padahal tingkat kecelakaan dengan korban jiwa pelajar jumlahnya tak sedikit. Selama Januari-September sebanyak 179 pelajar nyawanya melayang di jalan raya.

“Lalu, pengendara tak menggunakan helm juga menyumbang korban jiwa ketika terjadi kecelakaan,” ujar mantan Kasatbinmas Polres Batu itu.

Kerap kali pengendara motor menggunakan helm hanya karena takut dengan polisi. Padahal, helm diperuntukkan agar kepala aman apabila terjadi kecelakaan. Dia berharap razia selama 13 hari itu bisa menurunkan pelanggaran lalu lintas.

Sebab, kecelakaan lalu lintas terjadi kerap diakibatkan adanya pelanggaran yang dilakukan para pengendara. “Kalau tertib berlalu lintas, insya Allah berkendara akan aman,” katanya.

Di hari terakhir operasi patuh semeru kemarin, pihaknya mendatangkan motivator yang mampu menghipnotis para pelanggar lalu lintas. Sehingga, dengan hipnotis tersebut bisa memberikan sugesti kepada para pelanggar agar tidak mengulangi kesalahannya lagi. Jadi, ke depannya si pelanggar lebih tertib berlalu lintas.

“Sekitar 12 pelanggar dihipnotis oleh motivator kami datangkan. Metode ini diharapkan bisa menanamkan dalam hati dan pikirannya tertib berlalu lintas,” jelasnya.

(bj/gas/rij/yan/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia