Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro
Pembangunan Trotoar Diberi Guiding Block

Bongkar Paving Diganti Granit

12 September 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KONSEP BARU: Pekerja ketika membongkar trotoar di Jalan Gajah Mada. Rencananya akan dipasang granit.

KONSEP BARU: Pekerja ketika membongkar trotoar di Jalan Gajah Mada. Rencananya akan dipasang granit. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Anggaran besar pembangunan 11 trotoar di kawasan perkotaan diharapkan bisa menjadi tata kota yang modern. Sejumlah warga berharap desain trotoar yang menghabiskan anggaran Rp 25,7 miliar itu harus bermanfaat bagi masyarakat, terutama pejalan kaki.

Khakim, salah satu warga Kelurahan Kepatihan mengatakan, uang yang dianggarkan membangun trotoar harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pejalan kaki. Dia berharap agar Pemkab Bojonegoro mampu mengatur trotoar dan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap berdagang di ruas pejalan kaki itu.

“Saya sebagai masyarakat hanya berharap trotoar yang akan dibangun itu bisa benar-benar bermanfaat. Dan dibangun secara maksimal,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (11/9).

Sementara itu, salah satu warga Desa Kauman Abidin tak ingin banyak berkomentar. Namun, intinya ia berharap trotoar yang akan dibangun itu bisa tepat guna. Terkait uang yang digunakan untuk membangun trotoar itu bisa sesuai dengan harapan masyarakat.

“Pokoknya harus bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap dia.

Sementara itu, 11 paket pekerjaan pembangunan trotoar yang menelan pagu anggaran sekitar Rp 25,7 miliar akan dipasang guiding block. Itu nantinya bisa dimanfaatkan para penyandang tunanetra. Lantai trotoar yang sebelumnya paving akan diganti menggunakan granit.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Prasarana Lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Fitra Malabuana menerangkan, bahwa desain trotoar memang mengalami perubahan total. Ketinggian trotoar dibuat lebih rendah. Yakni sekitar 20 sentimeter (cm).

Juga trotoar diubah menjadi granit. Dan diberi guiding block yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra. “Rencana konsep desain trotoar di wilayah perkotaan tersebut hampir mirip dengan trotoar di depan Taman Rajekwesi. Namun lantainya pakai bahan granit cukup kasar, agar saat hujan tidak licin,” ujar Fitra, sapaan akrabnya.

Nantinya, penempatan pot bunga di trotoar juga akan dirapikan. Fitra mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro terkait pemindahan pot bunga.

Sebab, rencananya trotoar dibuat lebih bebas hambatan bagi pedestrian. Ada juga penambahan lampu dengan tenaga surya, khususnya di trotoar depan kantor Pemkab Bojonegoro. “Kami berharap trotoar dengan desain baru itu bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman, penginnya juga bisa dipakai jogging,” terangnya.

Selain 11 paket pekerjaan trotoar itu sebenarnya masih ada dua paket pekerjaan trotoar lagi di depan kantor Kecamatan Sukosewu dan depan kantor Dinas Pendidikan Bojonegoro. Namun, desain trotoarnya tidak sama dengan trotoar wilayah kota tersebut.

(bj/gas/rij/cho/yan/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia