Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Gencar Cegah Korupsi, Kurikulum Antikorupsi

Sekolah Ujung Tombak Antikorupsi

12 September 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERI DORONGAN SEMANGAT: Bupati Fadeli hadir langsung memberi semangat para guru peserta Bimtek  Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Tingkat  PAUD, SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan kemarin (11/9).

BERI DORONGAN SEMANGAT: Bupati Fadeli hadir langsung memberi semangat para guru peserta Bimtek Implementasi Pendidikan Antikorupsi di Tingkat PAUD, SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan kemarin (11/9). (BAHTIAR FEBRIANTO/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

PEMKAB Lamongan giat melakukan pencegahan korupsi. Salah satu upayanya dengan memasukkan kurikulum antikorupsi dalam pelajaran sekolah. Sehingga sekolah dijadikan sebagai ujung tombak untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan anti korupsi kepada generasi penerus. Kemarin (11/9), ratusan guru dikumpulkan untuk mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek)  Implementasi Penyisipan Pendidikan Antikorupsi pada Mata Pelajaran di Tingkat  PAUD, SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan di Hotel Grand Mahkota.

Bupati Lamongan, Fadeli memiliki harapan besar, agar sekolah, melalui guru-gurunya akan menjadi ujung tombak bagi pembelajaran anti korupsi. “Panjengan semua inilah, yang akan berperan besar membentuk karakter anak-anak. Ada Sembilan nilai-nilai anti korupsi yang dimasukkan dalam mata pelajaran. Yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian dan keadilan,” jelasnya.

Fadeli menegaskan, dia akan terus mengimplementasikan Rencana Aksi Pencegahan Korupsi (Renaksi) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah). Meski dalam program milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, capaian Pemkab Lamongan dinilai sudah tertinggi di Indonesia. Yakni, mencapai 93 persen. ”Meski upaya pencegahan anti korupsi di Lamongan nomor satu, kita tidak boleh berhenti sampai disini, dan harus semakin baik,” tandasnya.

SEMANGAT: Para guru PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan semangat mengikuti bimtek antikorupsi.

SEMANGAT: Para guru PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan semangat mengikuti bimtek antikorupsi. (BAHTIAR FEBRIANTO/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan, Bambang Hadjar selaku ketua panitia menjelaskan, bimtek tersebut dijadikan pedoman pelaksanaan implementasi insersi pendidikan antikorupsi di sekolah.

Pendidikan antikorupsi melalui insersi mata pelajaran di sekolah sudah diluncurkan Fadeli saat Upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu. Buku teks sebagai perangkat pembelajaran juga sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah oleh Dinas Pendidikan setempat

Bimtek selama dua hari tersebut diikuti 150 peserta dari kalangan guru sekolah negeri dan swasta tingkat PAUD, SD/MI dan SMP/MTs. Di hari pertama, peserta menerima materi dari Inspektorat Lamongan, Kejaksaan Negeri Lamongan dan Bambang Suyono yang juga seorang trainer, motivator dan konselor dari Marion Human Capital.

Dalam paparannya, Bambang menandaskan pentingnya menghindari hambatan-hambatan psikologis dan mental blocks, saat memberikan pendidikan pada anak. “Jangan sampai anak bereaksi salah terhadap suatu peristiwa akibat metode Pendidikan yang negatif,” ujarnya.

Mindset pembelajaran yang menarik, menurut dia, akan membuat anak selalu mengingat yang diajarkan. Bambang juga memperkenalkan pembelajaran sugesti melalui lingkungan yang positif, suasana yang aman dan dengan metode games yang bisa dipraktekkan agar pembelajaran semakin menarik. “Seperti halnya mengajarkan anak-anak kita belajar antikorupsi sejak dini yang digagas Pak Bupati Lamongan (Fadeli) ini. Kita harus memikirkan bagaimana anak-anak kita belajar untuk tidak korupsi. Kita memiliki tugas menyampaikan secara terus menerus, agar anak sadar dampak dari korupsi,” terangnya.

(bj/*/feb/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia