Minggu, 20 Oct 2019
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
SD Kita Bojonegoro

Dinobatkan Sekolah Ramah Anak dan Aman Bencana

Gelar Workshop dan Simulasi SPAB

12 September 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

KOMPAK: Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kompak tingkatkan kesadaran untuk lebih waspada dengan risiko bencana.

KOMPAK: Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kompak tingkatkan kesadaran untuk lebih waspada dengan risiko bencana. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Potensi bencana di wilayah Bojonegoro sangat rawan. Karena itu, setiap masyarakat Bojonegoro wajib selalu waspada dan mampu mengenali risiko bencana. Sehingga pada kesempatan dua hari lalu 10-11 September, SD Kita Bojonegoro menggelar workshop dan simulasi satuan pendidikan aman bencana (SPAB).

Kepala SD Kita Bojonegoro Bekti Prastyani menerangkan, bahwa SD Kita Bojonegoro dipercaya dan ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud RI menyelenggarakan SPAB. Sebab, sekolah yang beralamat di Jalan Mangga Desa Mulyoagung Kecamatan Kota itu selama dua tahun 2017 mendapatkan penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional, dan tahun 2018, Bekti Prastyani selaku kepala sekolah mendapatkan penghargaan Fasilitator Terbaik Nasional, penghargaan dari kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“SD Kita Bojonegoro mewakili wilayah Jawa Timur terkait SPAB tersebut,” tuturnya.

EVAKUASI: Tim SD Kita Bojonegoro dilatih mengevakuasi korban oleh PMI Bojonegoro.

EVAKUASI: Tim SD Kita Bojonegoro dilatih mengevakuasi korban oleh PMI Bojonegoro. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Ia mengungkapkan kesadaran mengatasi risiko bencana harus dimiliki seluruh masyarakat. Karena itu, sosialisasi harus terus digencarkan. Sehingga, urusan bencana bukan hanya dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro saja, namun instansi lain juga harus bisa bersinergi.

“Harapannya tentu menular ke sekolah-sekolah lainnya untuk sekolah ramah anak dan aman bencana,” tuturnya.

Setelah workshop, tim SD Kita Bojonegoro lakukan simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran bersama BPBD, Damkar, PMI, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya. Para siswa SD Kita Bojonegoro terlihat sangat antusias mengikuti simulasi tersebut. Tahap per tahap simulasi berjalan lancar. Proses evakuasi korban dan trauma healing pun tidak mengalami kendala.

“Alhamdulillah seluruh proses workshop dan simulasi telah rampung, semoga para guru maupun siswa lebih siap dan waspada terhadap risiko bencana,” katanya.

Adapun Kasi Pencegahan dan Kesiapsiaggaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto menjelaskan, bahwa di wilayah Bojonegoro memang rawan bencana. Setidaknya ada delapan jenis bencana di antaranya banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan/lahan, puting beliung, dan gempa bumi. Sehingga kesadaran rawan bencana di kalangan masyarakat perlu dipupuk sejak dini.

“Lebih bagus lagi sejak kecil sudah dilatih bagaimana mengevakuasi/ melindungi diri saat terjadi bencana,” ucapnya.

Sementara itu, acara tersebut dihadiri lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya DP3AKB Bojonegoro, Dinas Sosial Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, DPKP Cipta Karya Bojonegoro, Dinas Kesehatan Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Dinas Damkar Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro, Kemenag Bojonegoro, BMKG, dan Kodim 0813. Pun diikuti Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro.

(bj/gas/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia