Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Adi Widodo, Bakal Calon Bupati Tuban

Tuban Mendatang Lebih Baik

12 September 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Adi Widodo, Balon Bupati Tuban

Adi Widodo, Balon Bupati Tuban (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

POTENSI Kabupaten Tuban masih memungkinkan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tekad untuk mengembangkan  muncul dalam diri Adi Widodo. Tekad ini pula mendorongnya mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati di DPC PDI Perjuangan. ‘’Saya terpanggil untuk kembali ke Tuban,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Adi mengakui mengoptimalkan potensi Bumi Wali tidaklah mudah. Dengan pengalaman yang dimiliki, dia ingin menularkan pengalaman itu kepada masyarakat Tuban. Salah satunya, membuat program sosial untuk meng­entas kemiskinan dan member­dayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang digelutinya selama ini. Mulai dengan mendirikan sentra pakan ternak, budidaya anak domba, hingga meng­embangkan sistem informasi (online shopping) produk lokal Tuban.

‘’Kepulangan saya ke Tuban karena panggilan hati. Tanah kelahiran saya memanggil. Membutuhkan tenaga dan pemikiran muda. Fajar telah menyingsing. Saatnya berkarya untuk Tuban agar mendatang lebih baik,’’ ungkap dia.

CALON BUPATI: Adi Widodo, bakal calon bupati didampingi Kristiawan, politisi senior sekaligus ketua DPRD Tuban periode 2009-2014 bersama tokoh masyarakat di kantor DPC PDI Perjuangan.

CALON BUPATI: Adi Widodo, bakal calon bupati didampingi Kristiawan, politisi senior sekaligus ketua DPRD Tuban periode 2009-2014 bersama tokoh masyarakat di kantor DPC PDI Perjuangan. (ZAKKI TAMAMI/JAWA POS RADAR TUBAN)

Adi menegaskan, Bumi Wali memerlukan tenaga dan pikirannya. Menurut dia, sudah waktunya sosok muda dari Ke­camatan Bangilan muncul dan mengan­tarkan masyarakat Tuban menjadi lebih baik di masa mendatang.

Adi Widodo resmi mendaftar sebagai balon bupati di DPC PDI Perjuangan, Selasa (10/9). Dia didamping Kristiawan, politisi senior sekaligus ketua DPRD Tuban periode 2009-2014 dan tokoh masyarakat. Keha­diran Adi diterima Wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Sandy Ariyanto.

‘’Yang kumiliki hanya tekad dan niat yang baik. Semua ini semata-mata demi meneruskan cita-cita leluhurku. Yang kutahu, Tuban dulu besar dan digdaya. Dan, mendatang adalah harapan, men­datang adalah impian, mendatang adalah hal yang harus diwujudkan bersama. Bersama dalam mendatang adalah mutlak. Adalah bagian yang kuat. Adalah bagian penting untuk membangun Tuban,’’ tegas dia.

Adi Widodo bukan dari trah konglo­merat. Dia justru datang membawa semangat perubahan dengan program kerja yang terukur agar Bumi Wali mendatang lebih baik.  

Sosok pemimpin masa depan ini tumbuh di lingkungan nahdliyin. Dia belajar mengaji di Ponpes Al Balagh Bangilan milik almarhum KH Misbach Musthofa. Dia juga mengikuti organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Berbekal latihan fisik dan kerohanian selama hampir lima tahun, dia disahkan sebagai warga PSHT pada 1993.

Beranjak dewasa, bakat cerdasnya terlihat sejak duduk di bangku SMPN 1 Bangilan dan SMAN 1 Jatirogo. Nilai akademisnya yang baik mengantarkan Adi Widodo ke jurusan fisika (A1) di SMA. Setelah lulus SMA, dia memu­tuskan kuliah teknik di Institut Tek­nologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) dan tercatat sebagai salah satu ma­hasiswa yang lulus tercepat. Bahkan, dia sempat mendapatkan beasiswa program pemerintah selama empat semester.

Adi Widodo memulai karirnya sebagai pegawai di sebuah perusahaan swasta di Jakarta pada Agustus 2001. Karirnya dimulai sebagai teknisi instrumen pengujian minyak dan kemudian dipercaya sebagai manajer penjualan selama empat tahun. Kemampuannya di bidang industri minyak dan gas bumi (kilang, hulu dan hilir), pembangkit listrik, energi terbarukan, serta kemampuan dalam hal teknologi akses keuangan dan proyek investasi, membuat pemuda kelahiran Dusun Karang Tengah, Desa/Kecamatan Bangilan ini dipercaya. Bisnisnya pun sukses.

Pada 2005, alumnus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) ini mendirikan perusahaan bernama PT Interlab Sentra Solutions Indonesia. Di perusahaan ini, dia tidak hanya sebagai pendiri, tapi juga chief executive officer (CEO).

Sekarang ini, dia mengendalikan banyak lisensi produk dari perusahaan-perusahaan Eropa untuk penjualan sektor minyak dan gas di Indonesia.

Pada 2009, pemuda yang aktif di Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DKI Jakarta ini mendirikan perusahaan bernama PT Interindo Adi Mandiri. Perusahaan ini bergerak di bidang infrastruktur pipa minyak dan perdagangan peralatan pendukung pengeboran minyak.

Pada 2011, dia mendirikan  Yayasan Dompet Peduli Dulur. Di tahun yang sama dia juga mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang MICE (pertemuan, insentif, konferensi dan pameran), yakni PT Green Global Indonesia. Jaringan perusahaannya cukup besar. Perusahaan ini  mendukung kegiatan promosi yang dibutuhkan konsumen.

Dalam perjalanan bisnisnya dari 2013 hingga 2018, dia menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra dan mengakuisisi sejumlah perusahaan. Di antaranya PT Arkon Milcom Indonesia, PT Cam System Indonesia, PT Langit Biru Kita, dan PT Langit Data Nusantara.

Sejak memulai usaha bisnis di industri minyak, bapak tiga anak ini mengikuti beberapa aktivitas seminar dan training yang diselenggarakan perusahaan di Eropa.

Selain itu, dia juga aktif memotivasi pengusaha muda untuk bekerja di Indonesia. Menurut Adi, generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang harus siap mental untuk bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja tulus untuk mencapai tujuan yang lebih baik.  

Sosok yang ramah, komunikatif, rajin, toleran, berorientasi pada target, jujur dan bertanggungjawab ini tidak lain alumnus SDN 2 Kecamatan Bangilan dan SMPN 1 Bangilan, serta alumnus jurusan fisika (A1) SMAN 1 Jatirogo.

(bj/zak/ds/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia