Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Maksimal 20 Tahun

Guru SD Diancam Hukuman

11 September 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN , Radar Lamongan – Proses hukum bagi guru SD asal Kecamatan Kedungpring, Slamet, 41, yang melakukan pelecehan seksual, dimulai kemarin (10/9). Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan yang berlangsung tertutup itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Shanty Elda Mayasari dan Sri Septi Haryanti mendakwa Slamet dengan pasal berlapis.

‘’Ada dakwaan primer dan subsider. Pasal 81 ayat tiga dan pasal 82 ayat dua UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak,’’ kata Shanty kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Atas dakwaan tersebut, Slamet terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Menurut JPU, biasanya ancaman hukumannya maksimal 15 tahun. Karena terdakwa berstatus pendidik, ancaman hukuman pidananya ditambah sepertiga  dari ancaman pidana maksimal.

Terdakwa yang didampingi penasihat hukum (PH) asal Surabaya, sepakat tidak mengajukan eksepsi. ‘’Kami berharap nanti di sidang berikutnya akan terungkap fakta persidangan yang sebenarnya,’’ kata Agus Sahid Mabruri, penasihat hukum terdakwa.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia