Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan
Polres Usulkan Perubahan Teknis Perbaikan

Pembukaan Jalan Molor

11 September 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

PUCUK, Radar Lamongan – Rencana pembukaan sebagian jalan Lamongan – Babat yang diperbaiki, minggu ini, molor. Alasannya, pengerjaan median dan bahu jalan tidak bisa rampung dalam sepekan ini.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPKTuban, Babat, Lamongan,dan Gresik mengatakan, jika sebagian jalan minggu ini dipaksakan dibuka, maka sangat rawan bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

‘’Memang kemarin saya kira minggu ini sudah bisa dilalui, tetapi pekerjaan di lapangan meminta waktu. Pada tanggal 20 (September) baru dibuka,’’ ujarnya.

Nantinya, pembukaan jalan mulai Desa Tritunggal hingga Desa Bulutrate, Kecamatan Babat. Panjangnya, 4,3 kilometer (km). ‘’Kalau median jalan baru besok (hari ini, Red) dikerjakan. Mulai dari Desa Bulutrate, Kecamatan Babat,’’ jelasnya.

Untuk jalan sisanya dari jalur Lamongan - Babat, 4,5 km, mulai dari Desa Karangtinggil, Kecamatan Pucuk hingga Desa Tritunggal, baru dikerjakan 1,2 km. Sementara 3,3 km lainnya proses pengerjaan. Diperkirakan, pengerjaan jalan tersebut selesai awal Oktober nanti.

‘’Sampai saat ini, alat juga masih tetap satu yang mengerjakan dan menunggu kiriman alat lagi,’’  ujarnya.

Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo, pihaknya ingin meminta perubahan teknis pengerjaan jalur Babat – Lamongan. Alasannya, untuk mengurangi kepadataan kendaraan dari barat.

Satu jalur, diusulkan dibagi dua sisi. Satu sisi dikerjakan, sisi lainnya untuk kendaraan yang melintas. ‘’Tak begitu banyak pertigaan yang mengarah ke utara. Kepadatan hanya satu, berada di perempatan Pasar Desa Moropelang, Kecamatan Babat,’’ jelasnya.

‘’Namanya kepadatan, tentunya masih ada. Namun tak begitu panjang seperti saat ini,’’ imbuhnya.

Menurut dia, sebagian kendaraan memilih jalur padat itu dan tidak mau melewati Kecamatan Sugio karena dianggap lebih jauh. ‘’Tidak ada jalan alternatif lagi, kalau gak wilayah Sugio sampai Kedungpring itu,’’ tuturnya.

(bj/mal/yan/ai/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia