Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Tanpa Target, Petik Empat Medali di Kejurnas

10 September 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RAIH EMPAT MEDALI: Para atlet jiu-jitsu Lamongan bersama pelatih menunjukkan piagam juara dalam kejurnas di Unesa.

RAIH EMPAT MEDALI: Para atlet jiu-jitsu Lamongan bersama pelatih menunjukkan piagam juara dalam kejurnas di Unesa. (Istimewa)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tanpa ditarget medali, tiga atlet jiu-jitsu Lamongan berhasil memetik dua medali perak dan dua medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jiu-Jitsu Unesa Open XIII di Surabaya. Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 6 sampai 8 September ini, tim Kota Soto tersebut berkekuatan 10 atlet. Terdiri delapan atlet bertanding di kelas senior dan newaza, serta dua atlet di kelas junior.

Ketua Dewan Pelatih Jiu-Jitsu Lamongan Budi Hermawan menuturkan, pihaknya mengapresiasi peforma atlet yang bertanding. Proses latihan yang dilaksanakan sejak Juli lalu berhasil memberi sumbangsih empat medali. Padahal tim pelatih tidak membebankan target medali kepada mereka. ’’Semangatnya luar biasa dan tekun berlatih. Mereka tidak pernah absen dalam mengikuti TC (training center). Sehingga bisa menerapkan materi yang diberikan pelatih,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/9).

Budi mengungkapkan, dua medali perak diraih Deni Putri Amelia di kelas C amatir senior putri dan Aida Siti Nur Halizah di kelas A newaza putri. Sedangkan dua medali perunggu diraih Nahriza di kelas F amatir senior putri dan Deni Putri Amelia di kelas B newaza putri.

Menurut dia, di kejurnas tersebut tim jiu-jitsu Lamongan memiliki trik tersendiri untuk menambah dan mengamankan poin di setiap kelas. Untuk kelas fighting junior dan senior, teknik kuncian digunakan untuk mengamankan poin. Sehingga pukulan dan tendangan yang ditujukan kepada lawan langsung dirangkai dengan lemparan agar bisa mengunci.

’’Untuk kelas newaza atlet hanya memegang lawan dan menjatuhkannya, tanpa harus melempar. Tetapi lawan tetap dikunci dari bawah. Intinya, kalau fighting melumpuhkan lawan dulu untuk mengunci. Sedangkan kelas newaza cari nilai banyak dalam bentuk kuncian,’’ ungkapnya.

Usai mengikuti kejurnas, para atlet tetap akan berlatih intensif sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kejurnas jiu-jitsu di Kota Malang pada Desember nanti.

(bj/din/feb/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia