Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Bulog Bantah Kualitas Berasnya Jelek

10 September 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

KEPALA Gudang Bulog Tuban Subhan mengaku belum mendapat laporan terkait temuan beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bau dan berkutu tersebut. ‘’Kita belum menerima laporannya,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (9/9).

Subhan membantah bahwa beras yang berkutu dan bau itu berasal dari gudang Bulog. Sebab, Bulog selaku penyedia bahan pangan memiliki standar beras dengan kualitas medium. Setiap beras yang keluar dari gudang juga telah dicek oleh masing-masing supplier, distributor yang ditunjuk Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Tuban.

Artinya, tegas Subhan, saat beras keluar dari gudang Bulog dalam bentuk sak atau karung itu sudah terverifikasi kualitas medium. Beras tersebut kemudian dikemas sendiri oleh supplier sesuai dengan permintaan agen. ‘’Logikannya kalau kualitasnya jelak, kan tidak diambil oleh supplier,’’ tegas dia.

Namun demikian, Subhan enggan menuding supplier telah berbuat nakal. Sebab, segala kemungkinan bisa terjadi.

Disampaikan dia, jika memang kualitas beras yang jelek itu masih dalam kemasan sak atau karung merek Bulog, pihaknya siap bertanggung jawab dan mengganti dengan beras baru.

‘’Tapi jika sudah dikemas sendiri oleh supplier sesuai permintaan, ya kami tidak bisa bertanggung jawab. Karena kami tidak bisa memastikan, apakah itu beras dari gudang Bulog atau tidak,’’ paparnya.

Masih dikatakan Subhan, semestinya jika supplier mengetahui hal tersebut saat proses pengemasan, seharusnya dilaporkan ke Bulog. Tidak sampai ke tangan penerima manfaat. Bahkan, tidak perlu harus melapor ke kantor Bulog. Tapi cukup meneleponnya.

‘’Saat itu juga, kalau saya ditelepon (oleh supplier, Red) ada beras Bulog yang kualitasnya jelek saat proses pengemasan, saya langsung meluncur. Tapi kalau sudah dikemasi, sudah campur-campuran, ya saya tidak mau (bertanggung jawab, Red), karena saya juga tidak tahu, apakah itu barang saya atau tidak,’’ tandas dia. 

Menurut Subhan, celah kecurangan itu bisa ada di mana-mana. Namun, sekali lagi, pria asli Bojonegoro ini enggan menuding bahwa supplier lah yang telah berbuat nakal. Baik dengan cara mengganti beras dari Bulog atau dengan cara mengoplos. ‘’Kami tidak menuding siapa pun. Kami hanya menyampaikan bahwa beras sebelum keluar dari gudang Bulog sudah dicek kualitasnya,’’ tandas dia mempertegas statemen sebelumnya. (tok/ds)

(bj/tok/ds/yan/ai/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia