Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Di Lapas, Napi Narkoba Bisa Bentuk Jaringan

10 September 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LIHAT TATO TERSANGKA: Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, mengecek tersangka kasus narkoba yang tertangkap sejak 22 Agustus lalu.

LIHAT TATO TERSANGKA: Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, mengecek tersangka kasus narkoba yang tertangkap sejak 22 Agustus lalu. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sejak 22 Agustus lalu hingga kemarin (9/9), Polres Lamongan mengamankan sepuluh pengedar dan pengguna sabu – sabu (SS). Mereka diamankan setelah polres menerima sembilan laporan. Barang bukti yang disita, 44,01 gram sabu – sabu.

‘’Ada dua residivis, di bawah umur, dan juga empat pengedar. Tersangka ini tak ada kapoknya saat ditangkap dengan kasus yang sama,’’ kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Dia menduga residivis saat di lapas berkembang setelah bertemu pengedar lainnya. Saat keluar lapas, mereka meningkatkan peredaran hingga hasilnya semakin besar.

Jika semula menjadi kurir dengan jumlah kecil, selanjutnya membawa barang lebih banyak. ‘’Penangkapan tak hanya pengedar. Dilumpuhkan hingga rentetan, tak ada menyisakan,’’ imbuhnya.

Mereka yang berulang mengedarkan SS dipastikan terkena pemberatan pasal. ‘’Yang mengakui baru dua orang residivis. Tetap akan dilakukan pengecekan ke polres jajaran atau kejaksaan, apakah semua ini (tersangka) pernah melakukan kasus yang sama,’’ tuturnya.

Terkait kemungkinan adanya jaringan SS di lapas, Kapolres belum belum bisa memastikan. Namun,  tidak menutup kemungkinan ada jaringan ke lapas. Sampai saat ini masih dilakukan pendalaman. Menurut dia, pengguna dan pengedar sangat sensitif terhadap orang yang tak dikenalinya.

SS yang didapatkan paling banyak berasal dari Surabaya dan Madura. ‘’Barang bukti yang diamankan, sebanyak 44,1 gram SS, 5 buah alat hisap, 14 handphone, 3 unit sepeda motor, 1 unit mobil, 1 unit timbangan dan uang tunai Rp 7,7 juta,’’ jelasnya.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia