Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan
Siap Dibuka, 4,3 KM Tunggu Bahu Jalan Selesai

Alat Pengecoran Belum Datang Lagi

10 September 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SERING MACET: Satu jalur digunakan dua arah karena ada proyek perbaikan jalan nasional, Pucuk – Babat. Hingga kemarin, pembukaan jalur lama belum dilakukan.

SERING MACET: Satu jalur digunakan dua arah karena ada proyek perbaikan jalan nasional, Pucuk – Babat. Hingga kemarin, pembukaan jalur lama belum dilakukan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

PUCUK, Radar Lamongan – Proyek jalan nasional Pucuk – Babat ditargetkan rampung Desember nanti. Para pengguna jalan harus bersabar lagi karena kemacetan masih terjadi.

Wahyu Anang, kepala Urusan Tata Usaha Perwakilan PPK Tuban, Babat, Lamongan, dan Gresik, mengatakan, pengerjaan jalan tersebut kini hanya mengandalkan satu alat pengecoran.  Sebab, satu alat lagi mengalami kerusakan. Meski sudah pesan alat lagi, hingga kemarin (9/9) belum datang.

‘’Satu alat untuk pengecoran mengalami trobel sehingga dikembalikan untuk meminta ganti. Hingga kini belum dilakukan pengiriman lagi,’’ katanya.

Dia menjelaskan, pengerjaan jalur Pucuk – Babat sepanjang 8,8 km diperkirakan selesai awal bulan depan. Setelah itu,  berpindah ke jalur Babat – Pucuk yang panjangnya sama.

Anang berharap sebelum Desember kedua jalur tersebut bisa dilalui lagi. ‘’Sebagian di sisi selatan dengan panjang 4,3 km minggu ini rencana akan dilakukan pembukaan karena dua sisi (dalam satu jalur) sudah dikerjakan,’’ tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, dilakukan pengerjaan bahu jalan yang sudah dicor.  Jika bahu jalan selesai pengerjaan, maka jalan tersebut dibuka.

Kanit Patroli Polres Lamongan, Ipda Purnomo, mengatakan, kepadatan di jalur tersebut terjadi pagi dan sore. Biasanya, kepadatan Senin terjadi dari barat. Jika Sabtu sore, maka kepadatan dari timur.

‘’Kepadatan paling utama berada di Pasar Moropelang karena di situ terdapat kendaraan yang melakukan penyeberangan. Itu penghambatan,’’ katanya.

Menurut dia, beberapa kendaraan yang sering menyeberang mengakibatkan jalur tidak lancar. Jika sisi selatan sudah dibuka nantinya, maka dilakukan penutupan pada titik penyeberangan.

‘’Selagi masih dilakukan pengerjaan, pastinya kendaraan tetap mengalami kepadatan. Namun hanya hari tertentu,’’ klaimnya.

Beberapa bus yang melawan arus juga dinilai menjadi tambahan kemacetan. ‘’Saya kira jalan alternatif hanya melalui Kedungpring hingga Babat untuk saat ini,’’ ujarnya.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia