Kamis, 19 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Fokus Teknik Pijakan dan Gerakan

09 September 2019, 17: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIGEMBLENG LATIHAN: Para atlet panjat tebing pemula Lamongan digembleng intensif menghadapi kejurprov di Pamekasan bulan depan.

DIGEMBLENG LATIHAN: Para atlet panjat tebing pemula Lamongan digembleng intensif menghadapi kejurprov di Pamekasan bulan depan. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lamongan berencana mengirim atlet-atlet pemula dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov)  Panjat Tebing Jawa Timur Seri II di Pamekasan bulan depan. Kriteria atlet yang akan dikirim merupakan atlet yang belum pernah mendapatkan medali di tingkat provinsi. Namun nama-nama atlet masih belum ditentukan.

’’Jadi lebih kepada pembinaan dan menambah jam terbang di level provinsi. Nanti kami akan turun di kategori lead dan speed klasik sesuai dengan kelasnya (kelompok umur),’’ kata Pelatih FPTI Lamongan Faris Fanani, kemarin (8/9).

Faris menuturkan, latihan intensif telah diadakan sejak Agustus. Menghadapi event tersebut, tim pelatih telah memasang rintisan wall lead dan speed klasik agar atlet fokus mempelajari teknik.

’’Nanti kalau kemampuan tekniknya sudah bagus baru latihan endurance dan strength,’’ ujarnya.

Menurut dia, latihan teknik dalam panjat tebing dikelompokkan menjadi empat. Yakni teknik pegangan, teknik gerakan, teknik pijakan, dan rest position. Pihaknya memfokuskan pada latihan teknik pijakan dan gerakan. Sebab atlet pemula mengalami kendala dalam pijakannya. Sehingga akan menguras tenaga di tangan. ’’Sementara teknik gerakannya, kami arahkan ke gerakan yang dinamis. Karena jalur yang dipakai biasanya membutuhkan gerakan itu,’’ ungkapnya.

Terkait wall di Sport Center Lamongan (SCL) yang masih belum selesai dipasang rintisan. Pihak FPTI Lamongan masih belum berani menggunakannya. Sebab belum ada serah terima dan instruksi.

Dia menambahkan. Ada sedikit kendala menghadapi kejurprov tersebut. Yakni atlet yang hadir mengikuti latihan mayoritas berusia SD. Sementara atlet usia SMP dan SMA jarang berlatih. Karena disibukkan dengan kegiatan sekolah masing-masing. ’’Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah,’’ tukasnya.

(bj/din/feb/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia